Menjadi Besar, karena Melayani

“Jiwaku haus akan Allah, dalam Kristus aku menemukan martabatku yang sejati.”
Allah yang Maha Rahim,
Mengapa terkadang aku begitu ingin diperhatikan, dihargai, atau mendapat tempat terhormat? Putra-Mu melihat betapa mudahnya aku mengukur harga diriku berdasarkan pengakuan orang lain. Dalam sebuah perjamuan, Yesus mengajar para tamu agar tidak mencari tempat terhormat, melainkan mengambil tempat yang paling rendah dan membiarkan Tuan rumah menentukan tempat mereka.
Yesus tidak mengajariku berpura-pura rendah hati, apalagi mengambil tempat rendah sebagai siasat agar kelak mendapat kehormatan yang lebih besar. Ia mengundangku untuk bebas dari kebutuhan membuktikan, bahwa diriku penting. Dalam Kerajaan-Mu, kebesaran sejati tidak terletak pada tuntutan untuk dihargai, melainkan pada kesediaan mengasihi dan melayani tanpa mengharapkan pujian.
Bapa, keinginanku untuk dihormati mungkin menyembunyikan kerinduan yang lebih dalam: jiwaku yang haus akan Dikau. Seperti Pemazmur merindukan air yang hidup, semoga hatiku menyadari, bahwa pujian manusia tidak pernah dapat memuaskanku seperti kasih-Mu.
Santo Paulus menunjukkan kebebasan yang lahir, ketika Kristus menjadi hartaku yang paling berharga. Baik hidup maupun mati, kerinduannya adalah agar Kristus dimuliakan. Ia mampu menghadapi ketidakpastian, karena hidupnya berakar pada Yesus, bukan pada keberhasilan atau pengakuan dunia.
Tuhan Yesus, bebaskan aku dari belenggu perbandingan dan keinginan untuk dianggap penting. Berilah aku kerendahan hati untuk mendengarkan, menemani mereka yang kesepian, ikut bersukacita, ketika orang lain mendapat penghargaan, dan tetap melayani meskipun tidak seorang pun melihatnya.
Semoga aku menemukan martabat sejati bukan pada tempat yang kududuki, melainkan dalam kenyataan bahwa aku adalah milik-Mu. Ajarlah aku memilih tempat yang rendah, karena kasih, sambil percaya, bahwa Bapa di Surga mengenal dan mengasihiku serta akan menuntunku ke tempat yang telah disediakan-Nya bagiku.
Bagiku, hidup adalah Kristus. Semoga hidupku memancarkan belas kasih-Nya. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.