Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Dalam kurun waktu sekitar 25 tahun terakhir, ada perkembangan yang cukup marak di kampung adat budaya dan kota kabupaten maupun propinsi, yakni lahirnya sanggar seni budaya daerah. Saat di Jakarta, saya juga pernah melihat di Taman Mini Indonesia Indah, ada pengembangan sanggar seni budaya daerah di masing-masing Anjungan Propinsi yang ada di sana.
Hadir dan berkembangnya sanggar seni budaya daerah antara lain didorong oleh kebutuhan zaman. Ada upaya pengembangan dan pelestarian, juga ada kebutuhan baru untuk aneka acara di dalam komunitas maupun di luar komunitas budaya. Misalnya, untuk menerima tamu, kegiatan festival, kegiatan pengembangan bakat dan minat, juga untuk kepentingan pariwisata.
Dari pengalaman dan fakta yang terjadi di sanggar seni budaya, ada hal yang harus dikatakan yakni tentang konteks dan makna kesenian tradisi budaya. Jika digunakan dalam komunitas sesuai tradisi, maka maknanya jelas sesuai warisan budaya leluhur yang dihayati dan dihidupi komunitas pewaris. Namun, jika berpindah ke sanggar seni budaya, lalu digitalkan untuk keperluan pihak di luar komunitas pemiliknya, maka ada tambahan konteks dan makna. Makna hiburan, makna memperkenalkan identitas diri, juga makna dialog multi kultur.
Demi kepentingan dialog dan komunikasi makna, salah satu hal penting yang dilakukan sanggar seni budaya adalah menjelaskan arti dan makna dari setiap khasanah seni budaya yang ditampilkan. Terutama, soal bahasa dan simbol yang ada dalam pengadaan seni budaya.
Semoga sanggar seni budaya menjadi salah satu media dialog untuk menumbuhkan toleransi dan persahabatan antar aneka ragam pribadi dan komunitas dari berbagai adat budaya di tanahย airย danย dunia.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

