Pesona dan Gugatan Rahim Ibu
Mosaik Serpihan Kelana -91
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

1.
Rehat di senja kelana waktu
Aku coba membuka lembaran memoar pribadi
Berapa kisah yang tertulis tentang Ibu
Berapa banyak cerita yang kucatat tentang kasih sayang Mama
Ternyata ada ribuan kisah kasih Ibu
dan jutaan cerita sayang Mama
yang terpatri dalam jiwa ragaku
Aku hanya diam, haru dan meneteskan air mata
membasahi rekam jejak digital
yang hampa miskin
ucapan terima kasihku pada Ibu
yang jarang bersyukur atas doa cinta Mama sepanjang umurku
Benar…
“kasih anak sepanjang galah
kasih sayang Ibu sepanjang hayat
cinta dan doa Mama sepanjang masa”
2.
Pada rahim Ibu tercinta
Jemari semesta menganyam sosok jiwa ragaku
penuh pesona fakta dan misteri makna
Energi jagat raya mengalirkan amanat cinta Ilahi
dalam pengorbanan Ibu
Meterai jagat semesta dengan amanah darah menghadirkan aku ke dunia
Air susu yang menjadi mata air kehidupan setelah lahir memberi kekuatan tumbuh kembang
Dan…
Ibu pun tak pernah meminta aku menjadi anak dalam kandungannya
Apalagi ikut membentuk sosok jiwa ragaku seperti ini
Dalam hening coba kucatat untaian kata ini
sebagai bentuk maaf dan doa sahaja
Semoga Ibu membacanya dari alam baka
dan jiwanya tersenyum pada serpihan kesadaranku meskipun terlambat
“Ibu,
semoga damai bahagia jiwamu di alam baka
karena bersatu dengan Sang Ibu Bumi dan Bapa Angkasa”
3.
Zaman terus menjelma dalam perubahan
entah inikah hukum dinamika semesta
Cara pandang, pikiran dan perlakuan tentang Ibu, Mama dan kaum perempuan terus berinovasi
Sejarah budaya menempatkan perempuan dengan posisi istimewa dalam kata dan ritual
tetapi dalam fakta nasib selalu menjadi manusia kelas dua
bahkan banyak yang menjadi budak atau seharga mahar dan pemuas nafsu lelaki
Umumnya peradaban mengagungkan kaum lelaki dan menginjak harkat martabat perempuan
Padahal…
Hakikat kodratnya setiap anak manusia dikandung dan terlahir dari perempuan
Apakah ini anomali dan paradoks peradaban karena egoisme lelaki
Ataukah ini misteri takdir alam semesta?
4.
Ketika mencatat kagumku pada Ibu dan syukurku pada perempuan
Ada terlintas tanya yang terpatri di dinding sanubari
Mengapa ada kisah perempuan Hawa terbentuk dari rusuk Adam
dalam cerita penciptaan di taman Firdaus
Dalam banyak tradisi adat budaya komunal
ada ungkapan Ibu Bumi, Bunda Samudra dan Bapa Angkasa
Mengapa bukan Ibu Angkasa, Bunda Langit dan Bapa Bumi
Dan…
ada sebuah fakta yang mewarnai sejarah manusia sekitar 2000 tahun
Maria Sang gadis dusun Nazareth begitu dihormati dengan aneka devosi hingga hari ini
Apa peran dan manfaatnya perempuan Maria bagi jutaan manusia
yang bukan keluarga dan sanak saudara
yang tidak mengenal pribadinya dan hanya melihat arca patung
yang lebih menghormati Maria dari pada Ibu kandung sendiri
Inikah rindu damba pada pesona rahim Ibu
Apakah ini paradoks fakta yang diciptakan energi semesta dan Sang Ilahi?
5.
Senja berlalu dari pandangan dan ditelan tubir samudra
antara kagum, pesona dan gentar takjub bercampur di hamparan pasir pantai
yang terus diterjang misteri ombak gelombang
Tabir malam gulita memeluk jiwa raga papa
perlahan ada kerlip bintang berhamburan di angkasa nalar
Coba kubuka lembaran tanya di nurani sanubari
Aku berbisik lirih menyapa angkasa dengan sebutan “Wahai Ibu Angkasa dan Bunda Langit
Jika karena kesombongan lelaki yang jarang berterima kasih kepada harkat martabat perempuan
Bisakah engkau mengajak kaum perempuan untuk mogok hamil dan melahirkan anak manusia”
Kepada debu tanah, pasir pantai dan samudra aku bertanya
“Wahai Bapa Bumi dan Lelaki Samudra
Apakah kalian yang mengajarkan kesombongan dan keserakahan peradaban lelaki
Adakah ombak gelombang yang menerjang pasir pantai adalah sifat yang diberikan kepada lelaki untuk memperlakukan nasib perempuan di bumi ini”
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.