Perang Melawan Teror Kejahatan

Selalu ada berita setiap hari tentang tindak kejahatan, baik terhadap pribadi manusia maupun terhadap harta benda. Korupsi merupakan salah satu bentuk kejahatan yang paling menyusahkan kita. Pemerintah dan segenap anggota masyarakat harus menanggung beban berat akibat korupsi uang negara. Korupsi menjadi sebuah teror kejahatan yang mematikan. Kita semua wajib melawannya.

Gereja kita juga wajib berperang melawan teror korupsi ini dengan kekuatan rohani yang masif, dengan keterlibatan seluruh umat beriman. Gereja melakukan ini bersama Yesus. Ia telah melakukan itu dalam pelayanan publik-Nya di dunia. Pada satu peristiwa khusus Ia memilih Simon orang Zelot dan Yudas, bersama kesepuluh Rasul lainnya untuk membentuk sebuah pasukan inti. Pada hari ini seluru Gereja merayakan pesta Rasul Simon dan Yudas.

Kata ‘Zelot’ mengandung arti teroris. Simon ini berasal dari kaum pemberontak yang melawan penjajah Romawi yang bernama kaum Zelot yang dalam bahasa Yahudi Kana’im, yaitu pencemburu dari Allah. Mereka tidak mau Allah mereka diganggu kelompok lain. Mengapa Yesus ingin percayakan martabat perutusan-Nya kepada para pejuang seperti Simon? Yesus membuktikan, bahwa karakter keras seperti Simon dapat berubah menjadi seorang Rasul-Nya dan model bagi kita.

Sebelum bertemu Yesus, Santo Paulus sering bertindak sebagai seorang pembuat teror yang menakutkan. Menurut Kisah Para Rasul, ia mengejar, menangkap dan memasukkan ke penjara pria dan wanita pengikut Kristus. Ia bahkan mengatakan begini: Saya sungguh bertindak liar dengan terbakar oleh kemarahan terhadap orang-orang Kristen, yang saya kejar bahkan sampai ke kota-kota di tanah asing (Kis 26,11).

Orang-orang yang bertindak kekerasan terhadap manusia dan korupsi, yang saat ini menunjukkan diri dalam aneka aksi kejahatan, mendatangkan ketakutan di seluruh dunia. Yakinkah kita, kalau Yesus mampu mengubah hati para penjahat yang paling keras? Yesus mengubah Santo Simon dan Santo Paulus, dan sampai detik ini Ia tetap sama sebagai Tuhan yang dapat mengubah hati para pelaku kejahatan. Mereka tidak hanya diubah hati dan arah hidupnya, bahkan mereka dijadikan dasar bangunan Gereja, kediaman Allah dan rumah orang-orang beriman. Santo Simon, Yudas, dan Paulus adalah para jenderal dalam Kerajaan Allah, dalam melindungi Gereja kita.

Yesus mengatasi para penjahat dengan kasih. Kita semua memakai kasih yang sama untuk mengatasi perbuatan-perbuatan jahat dan kegelapan di dalam komunitas beriman kita. Tapi kita harus bersama Kristus. Tanpa dengan Dia, kita tidak akan mampu. Tanpa dibimbing oleh Roh-Nya, kita dengan mudah dikalahkan.

“Yesus, Guru yang baik dan bijaksana, jadikanlah kami serdadu-serdadu-Mu untuk berani dan berkorban mengalahkan kejahatan yang mengancam Gereja-Mu. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)