RedJoss.com – Jangan bilang itu kabar hoax, tak masuk akal, bohong-bohongan, trik bisnis, dan seterusnya. Tidak ada dalam sejarahnya, karena toko itu dipasok barang dari pabrik!
Benar, toko mengambil barang dari distributor atau pabrik. Lalu, kenapa harga barang di toko bisa lebih murah?
Tidak perlu pusing atau bingung untuk memikirkan hal itu. Fakta itu juga bukan isapan jempol atau kabar burung, tapi realita yang harus dipercaya!
Untuk memperoleh barang dengan harga murah itu kita juga tidak menggunakan kecurangan, misal membeli di pasar gelap atau barang curian alias yang tidak halal.
Banyak cara dapat kita lakukan. Salah satunya adalah kita membeli dalam jumlah (kuantitas) yang besar.
Sebagai contoh toko A membeli barang di pabrik 1 ton/bulan dengan harga Rp 10.000,-/kg. Kita membeli 10 ton dengan harga lebih murah, Rp 9.500,- Sehingga kita bisa menjual ke toko B atau C seharga Rp 9.800,- Lebih murah dari harga yang diperoleh toko A.
Bisa juga kita membeli barang dengan DO, artinya membayar di depan; lebih dulu. Biasanya harga lebih murah. Jika tempo sebulan harga Rp 9.500,- DO kita memperoleh harga lebih murah 500. Atau barang datang lalu dibayar tunai, sehingga harga dipotong sekitar 2%. Dan seterusnya.
Jauh lebih murah lagi, jika kita bisa menjalin kerjasama dengan pabrik itu. Caranya? Kita menyediakan bahan mentah yang kita peroleh dari suplayer atau pemasok. Pabrik yang memproduksi dan kita dikenai biaya produksinya.
Kelebihannya yang lain adalah kita bisa mengatur pabrik untuk memproduksi barang yang kita pentingkan terlebih dahulu. Seakan, pabrik itu milik kita sendiri.
Menjual barang di bawah harga pabrik itu tidak sulit, jika kita mau belajar merunut dari sumber bahan mentah dari hulu ke hilir, hingga menjadi bahan jadi.
Dalam persaingan global, menjual barang dengan harga murah itu juga tidak salah. Ngono yo ngono, nanging ora ngono. Artinya, berdagang itu harus menggunakan hati. Kita menjaga hubungan bisnis dengan pabrik secara baik dan jujur itu tanpa harus saling menjatuhkan dan menyakiti. Berbagi rejeki itu membahagiakan. (MR)
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

