Hukum Kasih

“Janganlah kita membiarkan aturan, rutinitas, atau kenyamanan menjadi belenggu yang menghalangi kita untuk mengasihi.”
Allah yang Maha Rahim,
Putra-Mu melihat seorang perempuan yang telah delapan belas tahun menderita, karena tubuhnya bungkuk dan tidak dapat berdiri tegak. Orang lain hanya melihat hukum Sabat, tapi Yesus melihat seorang putri Abraham yang perlu dibebaskan. Ia menyembuhkannya, dan perempuan itu segera memuliakan Engkau. Tapi Kepala rumah ibadat itu justru marah, karena Yesus menyembuhkan pada hari Sabat.
Bapa, betapa mudahnya kami begitu sibuk mempertahankan aturan, tradisi, dan pandangan kami sendiri, sampai tidak lagi melihat penderitaan orang di hadapan kami. Putra-Mu mengingatkan, bahwa kasih adalah jiwa dari hukum-Mu. Bukankah memulihkan martabat anak-Mu merupakan cara yang indah untuk menghormati hari Sabat?
Tuhan Yesus, Engkau datang untuk membebaskan para tawanan dan melepaskan mereka yang tertindas. Tapi terkadang belenggu yang mengikatku tidak terlihat oleh mata. Kesombongan, kebencian, ketakutan, keegoisan, dan keterikatan pada kehendakku sendiri dapat menghalangiku menikmati kebebasan yang Engkau tawarkan. Bahkan, aku dapat menolak kebenaran-Mu, karena menerimanya berarti aku harus berubah.
Ampunilah aku, Tuhan, ketika aku lebih mengutamakan kehendakku daripada kehendak-Mu. Ajarlah aku untuk bersikap baik, penuh belas kasih, dan mengampuni sesamaku sebagaimana Engkau telah mengampuniku. Semoga aku hidup dalam kasih sebagai anak yang terkasih, bukan lagi dalam kegelapan keegoisan, melainkan dalam terang Kristus.
Seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, semoga hidupku berakar dalam sabda-Mu dan menghasilkan buah kebaikan, kebenaran, dan keadilan. Ketika aku berjumpa dengan seseorang yang sedang menanggung beban penderitaan, bantulah aku untuk tidak melihatnya sebagai gangguan terhadap rencanaku, melainkan sebagai saudara atau saudari yang martabatnya memanggilku untuk mengasihi.
Bapa, bebaskanlah aku dari segala sesuatu yang menghalangiku mengasihi Engkau dan sesamaku dengan sepenuh hati. Semoga Roh-Mu memperbarui hatiku, agar aku tidak lagi hidup menurut kehendakku sendiri, tapi membiarkan Yesus menjadi Tuhan atas hidupku.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.