Tantangan Cinta

Dua bocah kakak dan adik yang selalu saling mengasihi. Mereka tidak pernah terlihat bertengkar. Sang kakak, laki-laki berusia 9 tahun itu menyadari, bahwa ia harus menjadi kakak yang baik bagi adik perempuan berusia 5 tahun. Sang adik amat senang memiliki kakak yang sangat perhatian.
Salah satu contoh perhatian Kakak ialah setiap kali guntur dan kilat, ia selalu berusaha memeluk dan melindungi adiknya yang ketakutan. Jika tidak ditemani dan dipeluk ia akan menangis, dan menjadi sedih. Orang tua senang dengan kakak yang dapat dipercayakan untuk menjaga adik perempuannya itu.
Tindakan yang dibuat oleh kakak kepada adiknya ini merupakan sebuah refleksi tentang tantangan cinta. Yang dimaksudkan dengan tantangan cinta ialah perbuatan mencintai dan mengasihi yang diwarnai oleh kesulitan, bahkan pengorbanan tertentu dari orang yang mencintai. Suatu perbuatan yang biasa dalam relasi saling memperhatikan bukan termasuk tantangan cinta.
Misalnya seorang guru mengajar dengan teratur dan bertanggung jawab sesuai dengan tugasnya, ini bukan tantangan dalam mencintai. Kalau kita memberi salam dan tersenyum kepada saudara atau teman pada saat bertemu, ini juga bukan tantangan mencintai. Sebuah tantangan cinta selain melampaui tugas, kewajiban dan ungkapan relasi sehari-hari yang biasa, merupakan perbuatan berupa pengorbanan yang luar biasa.
Tuhan Yesus Kristus adalah model utama kita dan orang-orang Kudus seperti Bunda Maria dan para Martir juga layak sebagai model kita pula. Hukum cinta kasih mengenai mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri merupakan kekuatan untuk mendukung semua perbuatan pengorbanan kita. Salah satu tantangan cinta yang digambarkan Kitab Suci ialah, bahwa kita harus dapat mengasihi orang-orang yang paling kecil dan menderita, yang diwakili oleh tiga kategori yaitu orang asing, janda dan yatim piatu. Di dalam Gereja dan masyarakat, golongan orang-orang ini sangat banyak dan mereka sangat membutuhkan kasih sayang.
Tantangan cinta ini amatlah besar, karena jumlah mereka sangat banyak. Tampaknya sebanyak dan seberapa pun kekayaan di dunia ini tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan mereka. Tapi kita tetap akan berusaha untuk melayani mereka dengan segala daya upaya, sebagai pengabdian kita kepada Allah yang hidup dan benar, dalam semangat kasih dan pelayanan Tuhan Yesus Kristus.
“Ya, Tuhan, penuhilah kami dengan kasih-Mu yang tulus sehingga kami dapat mengasihi orang-orang yang berkekurangan dengan hati yang tulus pula dan berpengharapan. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.