Mengelola Karunia Allah agar Berbuah

“Tuhan memberi karunia bukan agar kita merasa lebih hebat daripada orang lain, melainkan agar kita jadi berkat bagi sesama.”

Allah yang Maha Rahim,
Putra-Mu mengajak kami bertobat, ketika kami mendengar berita tentang tragedi dan penderitaan. Daripada aku menghakimi orang lain, bantulah aku memeriksa hatiku sendiri. Apakah aku sungguh menjalani hidup yang Engkau percayakan kepadaku, dan menghasilkan buah yang memuliakan nama-Mu?

Bapa, melalui Santo Paulus, Engkau mengingatkan, bahwa setiap karunia yang kami terima adalah rahmat yang harus digunakan untuk membangun Tubuh Kristus. Tidak ada karunia yang membuat kami lebih unggul daripada orang lain, sebab kami semua adalah anggota satu Tubuh yang bertumbuh bersama menuju kepenuhan Kristus. Jangan biarkan aku menggunakan karunia-Mu untuk menghakimi atau merendahkan sesama. Ajarlah aku menggunakannya untuk melayani dengan kasih, sehingga semakin banyak hati datang dengan sukacita ke rumah-Mu, seperti yang dinyanyikan Pemazmur.

Yesus, Tuhanku, Engkaulah Tukang Kebun yang sabar dan tidak pernah menyerah terhadap diriku. Ketika hidupku belum menghasilkan buah, Engkau tidak langsung membuangku. Engkau memeliharaku dengan sabda-Mu, menguatkanku melalui Sakramen-sakramen, dan bahkan menggunakan pengalaman pahit itu untuk menyuburkan hatiku. Bantulah aku menyerahkan segala sesuatu yang menghambat karya rahmat-Mu, agar hidupku menghasilkan buah Roh Kudus dalam keseharianku.

Terima kasih, Bapa, atas kesabaran-Mu dan kesempatan untuk hidup dalam masa kerahiman ini. Jangan biarkan aku menyia-nyiakan rahmat-Mu. Jadikanlah hidupku berbuah dalam kasih, pelayanan, dan kesetiaan, demi kemuliaan-Mu dan keselamatan jiwa-jiwa.

Darah dan Air, yang telah memancar dari Hati Yesus sebagai sumber kerahiman bagi kami, Engkaulah andalanku! (Buku Harian St. Faustina, #187). Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)