Hadiah

“Life is not about achievement, but fullfillment.” -Rio, Scj
Siapa sih yang tidak senang dan bahagia dapat hadiah. Tapi hadiah itu justru bisa membunuh semangatmu. Kok bisa? Seekor kucing dulunya adalah pemburu tikus yang ganas. Ia berburu demi sensasi. Lalu pemilik memberinya ikan setiap kali ia menangkap tikus. Kucing itu ketagihan. Sebulan kemudian si pemilik berhenti memberi ikan.
Kucing itu tak lagi punya keinginan berburu tikus. Melipat cakarnya, membiarkan tikus lari ke sana kemari. Bermalas-malasan. Sampai akhirnya mati. Yang membunuh bukan tikus, hadiahlah yang membunuhnya.
Dalam psikologi ini disebut “Overjustificatian Effect.” Sebuah cara cepat membunuh keinginan alami melalui hadiah. Saat media sosial buming, konten bersliweran, semua berlomba mencari followers. Tiktok dengan iming-iming gift, cepat terkenal, cepat dapat uang. Tapi nol di dunia nyata. Coba aja saat orang mulai unlike konten, bully apa yang kita buat. Followers pada lari seolah hancurlah hidup dan harga diri.
Hadiah dari luar itu membahagiakan, tapi tidak lama bertahan. Apresiasi diri, tekun mengembangkan talenta dan potensi diri bahagianya sukacitanya tahan lama. “Life is not about achievement, but fullfillment.”
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.