Menelisik Perdebatan Kasus Ijazah
Mosaik Serpihan Kelana -83
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Selembar kertas ijazah diperdebatkan
isinya tentang pernyataan lulus di tingkat pendidikan tertentu
Ada pihak yang mendukung adanya ijazah itu
Ada pihak yang mempersoalkan tidak ada ijazah itu
Media sosial memberitakan dan viral
beragam pendapat dan komentar terus membanjir
Pihak yang bersangkutan mengaku memiliki ijazah
ada aneka alasan dikatakan meski tidak menunjuk fisik ijazahnya
Jalur hukum pun telah ditempuh dan ada keputusan
Menariknya bahwa pribadi yang dipersoalkan ijazahnya
adalah mantan wali kota dan sekarang menjadi wapres
Pihak yang mempersoalkan adalah mereka yang mempunyai ijazah dan gelar akademik sarjana, doktor dan profesor
Untuk apa dan dan siapakah ijazah itu dipersoalkan?
Aku merenung dan coba menelisik fakta
Ibu Bapaku tidak mempunyai ijazah untuk melahirkan dan membesarkan diriku
apakah perlu saya menggugat mereka?
Para penjual nasi goreng, bakso dan pedagang sayur keliling banyak yang tidak mempunyai ijazah
mengapa jualannya masih dibeli oleh konsumen
Sangat banyak pembantu rumah tangga, tukang, pelayanan kebersihan dan buruh kecil
mereka juga umumnya tidak ada ijazah
mengapa jasa mereka terus digunakan para pemilik ijazah
Para petani dan nelayan yang menjamin makanan kita sehari-hari tidak banyak mempunyai ijazah
tetapi hasil kerjanya diandalkan untuk hidup semua yang mempunyai ijazah dan jabatan
Siapakah yang mencalonkan Wapres dan walikota
Mengapa saat proses administrasi tidak dipersoalkan ijazahnya?
Dalam dinamika politik praktis terjadi
“Kawan abadi adalah kepentingan dan keuntungan”
Mungkin juga dalam bidang kehidupan lain
bahwa relasi antara pribadi dan kelompok tercipta demi kepentingan para pihak
Maka,
segala cara akan dilakukan demi mendapatkan kepentingan
Semua upaya pun pasti dijalankan bersama
Tetapiโฆ
jika ada yang merasa kepentingan dan kebutuhannya gagal diraih
maka segala cara akan dilakukan untuk menjegal pihak lawan agar bisa merusak dan menghancurkannya
Sosial media ternyata menyimpan rekam jejak digital
ada juga kisah cerita fakta yang bisa tersebar
“Kemarin kawan dan sumpah setia
Hari ini bisa menjadi musuh dan saling mencakar serta membuka aib”
Perdebatan soal ijazah yang viral
mungkin juga seperti bara dan kobar api pembakaran hutan di negeri ini
Sudah terjadi berulang dan sering senyap penyebab persoalan
Apalagi ketika penegakan hukum kalah dengan kuasa dan modal
Untuk apa dan siapa perdebatan soal ijazah
telah membuat kotak kelompok rakyat bangsa ini
Ada yang setuju mendukung para penggugat
Ada kelompok yang mendukung tergugat yakni wapres
Ada banyak masyarakat yang diam menyimak
Sekarang dari jalur hukum berpindah ke DPR untuk pemakzulan Wapres
Entah seperti apa nanti tanggapan DPR
yang semuanya bersumber pada keputusan partai politik
Di mana suara dan sikap Presiden
yang saat dicalonkan hingga dilantik adalah satu paket dengan Wapres
Ke mana parpol pendukung saat pilpres 2024
Cermin hakikat jiwa raga sudah dicat dengan warna hitam pekat
maka wajah kita mungkin tak dikenali lagi saat berkaca
Pembakaran hutan dan ekosistem adalah bara dan yala api kerakusan segelintir orang
Kabut asap pekat adalah tirai kebodohan dan ketamakan yang menutup nalar waras
Budaya korupsi yang beranak pinak adalah sosok wajah pengkhianat bangsa
yang menginjak cita-cita proklamasi dan nasib rakyat
yang merobek dan membakar semua prinsip, ideologi dan nilai kemerdekaan NKRI
Polemik dan gugatan ijazah yang viral
hanya topeng politik dan lakon inovasi di atas panggung sandiwara
oleh pejabat koruptor, politisi busuk dan pebisnis rakus tamak
Demi mengisap darah rakyat dan menindas harkat nasib bangsa
Untuk menguras kekayaan alam di tanah air ini
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.