Belajar Menjadi Rendah Hati

“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu” (Ef 4: 2).

Paulus kembali berdoa dan mengingatkan jemaat di Efesus agar menyadari dasar hidup mereka, yaitu teladan yang telah ditunjukkan oleh Yesus.

Di tengah dunia saat ini, banyak orang berlomba mengejar kehormatan, kekuasaan, dan pengakuan. Tidak jarang, demi mencapai hal tersebut, mereka mengabaikan, bahkan merendahkan orang lain, terutama mereka yang kecil, miskin, dan tersisihkan.

Melalui nasihatnya, Paulus mengajak kita untuk hidup dalam kerendahan hati melalui jalan kesabaran, kelemahlembutan, dan kasih yang tulus kepada sesama, serta kepada Tuhan, Sang Sumber Kasih.

Menjadi pribadi yang rendah hati itu bukanlah hal yang mudah. Melainkan semuanya itu berawal dari kemauan hati kita untuk terus belajar dan bertumbuh.
Jika selama ini kita masih dikuasai oleh keegoisan, marilah kita membangun komitmen yang baru. Kita terus berjuang untuk menjadi pribadi yang sabar, mengasihi sesama dengan tulus, dan semakin mengasihi Yesus, Sang Sumber Kasih. Dengan demikian, hidup kita semakin berkenan dan indah di hadapan Tuhan.

Marilah kita memohon rahmat Tuhan agar kita senantiasa dibentuk menjadi pribadi yang rendah hati dan penuh kasih.

Sr. Callista, P. Karm

Jumat, 23 Oktober 2026
Ef 4: 1-6; Mzm 24: 1-6; Luk 12: 54-59

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com