Diberi Banyak, Dituntut Banyak

Sebuah keluarga berkumpul dan dihadiri secara lengkap oleh suami dan istri serta keempat anaknya. Anak sulung sudah selesai dengan kuliahnya dan bekerja. Yang lain masih sekolah dan yang bungsu kelas enam sekolah dasar. Mereka benar-benar menemukan waktu yang indah sebagai satu keluarga, karena semuanya sedang berada di rumah.

Anak yang bungsu menyampaikan sebuah pertanyaan begini: “Di rumah ini, siapa yang paling berkuasa?” Semua menganggap pertanyaan itu tidak perlu dijawab. Si bungsu lalu memberikan jawabannya, “Ibu yang paling berkuasa. Ia memegang semua kunci di rumah. Ibu mengetahui semua yang ada di dalam rumah.” Salah seorang anak yang lain memperkuat pernyataan Adiknya yang bungsu, dengan berkata: “Kita semua percaya pada Ibu, yang melakukan semuanya bagi kita di rumah.”

Ilustrasi ini untuk merefleksikan bunyi kalimat tema tersebut, yang dikutip dari bagian terakhir bacaan Injil. Pokok pengajaran Yesus ialah tentang kesiapsediaan hamba yang dalam setiap saat hidupnya memang wajib mengikuti irama dan kemauan sang Tuan. Kita adalah hamba-hamba Tuhan yang ingin memuliakan hidup seperti Sang Guru, Yesus Kristus. Kita masing-masing melihat diri ini dan dengan saksama memperhatikan, kalau benar kita mengikuti kehendak Tuhan. Jika kita dipercayakan, kita dituntut sesuai dengan kepercayaan itu.

Seperti apa dan bagaimana kepercayaan itu dipakai dalam bentuk perbuatan-perbuatan, hal itu untuk melihat seberapa penting dan banyaknya tuntutan dipenuhi setiap orang. Surat Santo Paulus kepada jemaat di Efesus menegaskan, bahwa kepercayaan dari Tuhan dinyatakan untuk diikuti oleh setiap ahli waris Yesus Kristus, Setiap orang yang percaya mewujudkan kepercayaan itu dalam panggilan, profesi, pelayanan, pekerjaan dan perutusannya.

Karunia sebagai suami-istri dan orang tua diminta dedikasi dan tuntutan tanggung jawab yang sesuai dengan kepercayaan itu. Tuntutan ini tentu saja jauh lebih besar porsinya dibandingkan untuk seorang anak. Karunia Imamat pada seorang Pastor Paroki diminta tuntutan untuk dipenuhi jauh lebih besar daripada umatnya. Guru memikul tuntutan jauh lebih besar daripada muridnya. Daftar ini sangat panjang, dan bagi kita perwujudan tuntutan-tuntutan itu merupakan jaminan untuk keselamatan kita di akhirat.

“Bapa yang murah hati, perkuatkanlah kami dalam setiap panggilan dan pelayanan yang kami lakukan, sebagai cara untuk membentuk kami sebagai hamba-hamba-Mu yang baik. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)