Topeng-topeng Kertas

Mosaik Serpihan Kelana -77
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


1.

Topeng-topeng kertas
Itu bukan warisan para leluhur
dari kearifan lokal adat budayanya
yang umumnya dengan tradisi lisan
Karena mereka trampil menganyam mimpi hakiki dari daun dan kulit pohon
Karena mereka menenun suka duka pada helai benang dan tali
Karena mereka patrikan amanah pada lempengan tanah liat, logam, kayu dan batu
Karena mereka menulis mantra doa ritual pada wewangian dan aneka sesajen
Topeng, wayang dan simbol dibuat dalam kesadaran sejati akan hakikat diri
“Katakanlah benar itu benar,
Katakanlah salah itu salah”
Karena sadar dan percaya bahwa bumi tanah pasti merekam sampai raga mati
dan mata angkasa tak bisa dibohongi sampai jiwa kembali

2.

Topeng-topeng kertas
terlahir dari kreasi dan inovasi zaman
Manusia mulai menulis kisah cerita pada kertas
Ada yang menggambar rindu damba juga pada kertas
Ada yang mewarnai wajahnya pada lembaran kertas
Banyak yang patrikan sumpah janji di atas kertas
Dan
ada kreasi membuat topeng-topeng kertas dengan aneka wajah, bentuk dan warna
Manusia berinkarnasi dalam beragam lembaran kertas
Karena yakin bahwa kertas bisa menyimpan jejak langkahnya
Karena percaya bahwa kertas mewakili diri pribadinya
Mungkin juga bisa menjadi pemeran sandiwara aneka skenario kepentingannya

3.

Topeng-topeng kertas
paling banyak dikenal dan digunakan oleh mereka yang bersekolah
Karena mereka bisa menulis dan membaca
Karena mereka bisa mempunyai ijazah dan sertifikat pendidikan
Karena mereka meraih prestasi dan aneka profesi
Karena mereka menjadi politisi, pebisnis dan pejabat publik
Karena mereka menjadi aparat penegak hukum
Karena mereka bisa mempunyai senjata sebagai militer dan aparat keamanan
Sedangkan rakyat sederhana yang buta huruf
banyak tak bisa membaca dan menulis
Mungkin hanya menggunakan kertas bekas untuk pembungkus kacang dan jualan
Entah untuk apa dan siapa dibuat topeng-topeng kertas

4.

Topeng-topeng kertas
sedang ramai dibicarakan dan viral di sosial media
Entah karena kemajuan iptek dan zaman digital
sehingga menggugat aneka sandiwara tradisi kertas
Entah karena selera dan kepentingan kemarin sudah pecah kongsi hari ini
Entah karena sejarah sedang ditulis ulang dengan kecanggihan data digital
oleh mereka yang mempunyai kuasa dan modal
Entah karena bara dan nyala api kerakusan zaman
serta kabut asap kebodohan milenial yang membutakan nalar, nurani dan sanubari jiwa
Entah karena masalah topeng kertas adalah solusi bagi aneka kasus korupsi yang sudah membudaya
Di bawah tabir gelap yang menutup seluruh pelosok negeri
rakyat terus lara merana galau kebingungan
Banyak yang berlari tak tahu arah dalam gemerlap lampu kemajuan zaman

5.

Topeng-topeng kertas
sedang bergulat di tengah gelora samudra informasi digital
Apa yang kemarin aman tentram diselesaikan dengan tulisan di kertas
sekarang perlahan disibak gugatan dengan rekaman jejak digital
Ucapan janji di panggung sandiwara kehidupan
tak lagi hilang terbang terbawa angin
tetapi bisa viral di sosial media
Apalagi ucapan artis, tokoh politik, pebisnis dan pejabat publik
Dokumen resmi yang direkayasa dan dipalsukan
Kini masih bisa disingkap oleh kemajuan ilmu dan teknologi digital
Di tengah hingar bingar sandiwara untuk memuaskan selera gengsi pribadi dan kelompok
sering kali ada hal terabaikan bahwa kawan abadi itulah kepentingan
Bukan kebenaran, kejujuran dan keadilan
Bukan harkat martabat kemanusiaan hakiki
Bukan juga iman dan kebeningan jiwa di hadapan Sang Ilahi