Jebul Tukule Suket Teki

Secara harfiah, kalimat Bahasa Jawa: “Tak tandur pari jebul tukule malah suket teki” artinya adalah Aku menanam padi, ternyata yang tumbuh justru rumput ‘teki’ (rumput liar).

Dalam hidup rohani (spiritual), ungkapan ini menggambarkan realitas pergumulan iman, niat baik yang tidak sesuai dengan kesetiaan kepada Tuhan.

Manusia sering kali merasa sudah melakukan semua kewajiban dan hidup lurus (menanam padi), dan mengharap hidup yang mulus, sukses, dan bebas dari penderitaan. Tapi nyatanya hidup justru berat atau gagal (tumbuh rumput teki).

Tumbuhnya rumput ‘teki’ itu mengingatkan kita, bahwa tanah hati ini tidak pernah sepenuhnya bersih. Peristiwa rumput ‘teki’ itu tumbuh untuk memurnikan motivasi kita guna mencari Tuhan semata, atau hanya cari padi (kenyamanan diri).

Di titik ini, rohani kita diuji: Apakah kita tetap setia menanam kebaikan, meskipun hasilnya tidak sesuai dengan yang didambakan orang lain?

Marilah tetap memilih padi dan tidak menjadi ‘teki’ hidup ini!

Berkah Dalem,
Jlitheng