Beriman yang Menghasilkan Buah Belas Kasih

“Iman sejati bukan hanya memenuhi kewajiban. Melainkan berakar dalam kasih Allah, menghasilkan buah belas kasih, dan meringankan beban sesama.”
Allah yang Maha Rahim,
Putra-Mu, Yesus mengingatkan kami, bahwa memenuhi kewajiban agama saja belum cukup, jika hati ini belum sungguh hidup dalam kasih-Mu. Orang-orang Farisi begitu teliti dalam memberikan persepuluhan, tapi mengabaikan keadilan dan kasih kepada Allah. Para ahli Taurat membebani orang lain dengan berbagai tuntutan, tapi tidak mau membantu meringankan beban mereka.
Bapa, betapa mudahnya aku jatuh ke dalam kesalahan yang sama. Aku mungkin merasa sudah melakukan bagianku, karena telah berdoa, mengikuti Misa, atau memenuhi kewajiban agama. Tapi masih menghakimi orang lain dan kurang peduli terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan. Ajarlah aku melihat, bahwa hukum-Mu bukan sekadar aturan untuk ditaati, melainkan undangan untuk mengenal hati-Mu dan membagikan kasih-Mu.
Curahkanlah Roh Kudus-Mu agar aku berakar kuat dalam sabda-Mu, seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air. Semoga hidupku menghasilkan buah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Jangan biarkan imanku menjadi beban bagi sesama, tapi jadikanlah imanku sumber belas kasih yang membantu mereka memikul beban hidupnya.
Bapa yang Maha Rahim, bebaskanlah aku dari keinginan mencari pujian atas kebaikanku. Ajarlah aku berjalan bersama Yesus, Putra-Mu yang menyatakan makna terdalam hukum-Mu melalui kasih, pelayanan, dan kepedulian kepada mereka yang lemah. Semoga perkataan dan perbuatanku bukan menarik perhatian kepada diriku sendiri, melainkan menuntun sesama untuk mengalami kebaikan-Mu.
Utuslah Roh Kudus-Mu, ya, Bapa, dan baharuilah hatiku, agar hidupku menghasilkan buah yang memuliakan nama-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.