Di Tengah Gelombang Digitalisasi
Mosaik Serpihan Kelana -73
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Aku, engkau dan dia
terus berkelana dalam roda zaman
Kita adalah buih ombak yang tertiup angin samudra
Ada yang menerpa tegarnya karang di laut atau tebing kepongahan
Ada yang terkulai dan sirna dalam hamparan kebodohan zaman di pasir pantai
Dan
rindu damba tak pernah bisa mengubah samudra
mimpi dan imajinasi juga tak pernah hentikan gelombang lautan
Pikiran terus berjibaku menahan roda waktu
agar bisa menyibak misteri realitas semesta
Namun…
jemari kedua tangan dan kaki insani
memang tak sanggup mengubah rasa asin pada samudra raya ini
Ilmu dan teknologi kreasi nalar insani
berkelana di hutan belantara dan padang sabana
Kemajuan bersemi seperti ombak gelombang samudra dalam irama perubahan abadi
Inovasi terbang meraih cakrawala anomali
dan berjuang menyibak angkasa misteri
Kata dan angka coba merangkai awan dan angin
lalu menyulam jejaring aneka warna di langit hingga dasarnya lautan
Informasi berbagai hal menjelma dalam data dengan algoritma
Jarak tempat dan waktu dirangkul dalam aneka sarana komunikasi
Banyak kebutuhan dan harapan dipertemukan demi kemudahan kehidupan
Kembara nalar membawa kemajuan zaman dengan iptek digital
Semua kecanggihan milenial juga menagih perubahan pribadi untuk beradaptasi
jika ingin mendapatkan makna dan fungsi
Kehidupan sedang berpindah dari jejak kaki di atas debu tanah menuju jejak jemari di alam maya
Gelombang data informasi secepat kilat menguasai angkasa raya dan ruang jiwa raga
Namun…
pikiran semua manusia bukanlah mesin cerdas
Nalar tak mampu berlari secepat langkah sistem sarana digital
Apalagi ketrampilan menguasai sarana iptek dan kemampuan menyesuaikan diri pribadi agar mampu menguasai dan mendapat manfaat
Di tengah gelombang samudra informasi zaman
Kita belajar berenang atau berlayar di tengah samudra digitalisasi
Entah berapa banyak yang selamat dan mendapat manfaat kemajuan zaman
Ada yang masih di pelosok kampung udik tertinggal
Ada yang didera lara derita merana di tengah kelimpahan
Ada yang terus jatuh bangun berjalan mencari nasib
Ada segelintir yang mampu berlari mengejar roda zaman
Ada sekelompok kecil yang berkuasa mengatur semuanya
Entah ke mana arah kemajuan iptek zaman
Entah untuk apa dan siapa manfaatnya?
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.