Tanda Kasih Tuhan: Salib dan Kebangkitan-Nya

“Salib-Nya adalah tanda kasih-Mu, Kebangkitan-Nya adalah janji kebebasanku, dan kehadiran-Nya adalah pengharapanku setiap hari.”

Allah yang Maha Rahim,
terkadang aku terus mencari tanda kehadiran-Mu, padahal Engkau telah memberikan Tanda terbesar: Putra-Mu, Yesus, yang wafat dan bangkit untuk membebaskan aku.

Penduduk Niniwe mendengarkan pewartaan Yunus, seorang asing bagi mereka, lalu merendahkan hati dan bertobat. Ratu dari Selatan menempuh perjalanan jauh untuk mendengarkan hikmat Salomo. Tapi Yesus, yang jauh lebih besar daripada Yunus dan Salomo, hadir di tengah umat-Nya sendiri, membawa sesuatu yang jauh lebih agung: belas kasih-Mu, hikmat-Mu, dan janji kehidupan baru.

Bapa, betapa sering aku mencari jawaban yang luar biasa, tapi justru melewatkan kasih-Mu yang luar biasa, yang telah bekerja dalam keseharianku!

Melalui Salib dan Kebangkitan-Nya, Yesus telah membebaskan aku. Seperti diingatkan Santo Paulus, aku dipanggil bukan untuk kembali menjadi hamba, melainkan hidup sebagai anak-anak-Mu yang merdeka. Ajarlah aku melepaskan segala sesuatu yang menjauhkan hatiku dari-Mu, bukan karena takut, melainkan karena cinta dan syukur.

Betapa berkat yang besar, bahwa Yesus, hikmat Allah, begitu dekat denganku melalui Sabda-Mu yang hidup dan dalam Ekaristi, tempat aku menyambut Tubuh dan Darah, Jiwa dan Keallahan-Nya. Tanda kasih apakah yang lebih besar daripada Tuhan yang menyerahkan diri-Nya seutuhnya bagiku?

Bapa, bukalah mataku untuk mengenali kehadiran-Mu, hatiku untuk menerima kerahiman-Mu, dan hidupku untuk memancarkan kasih-Mu. Semoga aku semakin bertumbuh dalam kekudusan melalui pertobatan setiap hari, kasih yang rela berkorban, dan penyerahan diri sepenuhnya kepada-Mu.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)