Parade Kreasi Selera Milenial
Mosaik Serpihan Kelana -72
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Orang-orang membutakan nalarnya demi puaskan selera
Air ludah digunakan untuk disemburkan ke angkasa
Mulut gengsi meludahi langit maya
Jemarinya lincah menulis kata-kata suci
demi membenarkan diri dan menyalahkan orang lain
Tangannya memposting aneka gambar dan rekaman peristiwa
agar mendukung pendapatnya
tetapi lupa bahwa ada pihak lain masih menyimpan rekam jejak digitalnya
Kemarin mereka berkawan dan satu kelompok penuh semangat bersatu
karena kepentingan jabatan dan selera harta sama
Hari ini mereka sudah pecah kongsi berkoalisi
mungkin juga sudah berbeda agenda dan kepentingan
mungkin saja karena tak mendapat jabatan dan harta yang diinginkannya
Mungkin benar bahwa hanya kepentingan selera, kuasa, harta dan gengsi adalah kawan abadi
Gebyar gemerlap kemajuan milenial menyilaukan jiwa raga
Kecanggihan digital hasil kreasi nalar juga bisa membutakan pikiran sehat waras insani
Banyak topeng peran bisa diciptakan dengan kecanggihan iptek zaman now
Apalagi sarana digital menjadi energi dasyat untuk ekspresikan aneka kebebasan pribadi
Bahkan sering membanjiri halaman media dengan iri dengki dan caci maki
Mungkin karena konten sosial media laris
bukan saja untuk mengumbar aneka tawaran
tetapi juga bisa menjadi sumber mendapatkan uang
Iman, prinsip hidup, nilai pun sering tergusur merana
Bahkan Sang Ilahi pun menjadi obyek konten viral untuk didebat, digugat oleh pengadilan selera oleh individu atau kelompok
Ada politisi busuk dan pejabat koruptor
Setelah berpesta pora dengan hasil kekayaan yang dicuri dari hak rakyat
Mereka berlari di bawah mentari siang bolong
sambil membawa lilin dan lampu bernyala
Mereka berpidato tentang demokrasi dan HAM
Mereka mengajarkan kejujuran dan kebenaran kepada rakyat
Atas nama patriotisme dan Pancasila
Bahkan dengan sumpah janji atas nama Allah Sang Ilahi
Media sosial menyebarkan semuanya sebagai karya terhormat para tokoh bangsa
Entah karena apa dan untuk siapa
sedangkan nasib jutaan rakyat terus galau
merana diterjang badai gelombang informasi
“Anjing menggonggong, kafilah terus berlari
Informasi seperti samudra misteri bagi pasir pantai”
Parade kreasi selera milenial
terus gemerlap menerjang jiwa raga insani
Setiap pribadi digugat untuk memilah dan memilih
dengan kemauan belajar dan ketrampilan menguasai sarana digital
Nasib hidup sepertinya diatur dengan iptek canggih
maka yang tak mampu beradaptasi menjadi korban dan mati
Ada banyak masalah peradaban yang tercipta
dan justru solusinya adalah dengan menciptakan masalah baru
Ada pertarungan ganas dalam diri pribadi
antara kebutuhan raga dan rasa
dengan pegangan iman, prinsip dan nilai
Sedangkan kemampuan nalar pikiran terbatas
dan berubah tidak secepat perkembangan canggihnya sarana iptek digital
Demi selera dan gengsi segelintir pribadi
sesama yang lemah terus menjadi korban merana dan mati
Parade kreasi selera milenial terus berinovasi dan menjadi-jadi
karena dahaga selera dan lapar gengsi tidak pernah terpuaskan
Alam lingkungan terus dikuras dan digali
demi menghasilkan berbagai kepentingan harta kekayaan
Tak peduli polusi dan bermacam masalah kerusakan bumi
Kekuasaan politik, senjata dan penguasaan iptek canggih menjadi kekuatan dasyat
untuk mengisap darah dan nyawa manusia
serta aneka sumber daya kekayaan alam lingkungan
Dan…
di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi
Banyak manusia galau terasing dengan dirinya dan sesama
Banyak perubahan prinsip, nilai dan orientasi hidup manusia
Bahkan ada manusia yang berjuang hidup 1000 tahun
atau tetap abadi dengan algoritma dan boneka digital
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.