Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Seminggu terakhir saya berada di kampung asal orangtua, karena ada kedukaan. Ada fenomena menarik yang berulang saya saksikan. Anak-anak sekolah dasar, terutama yang balita, begitu dikuasai oleh gadget untuk berbagai kepentingan hiburan. Yang dewasa dan kaum muda dengan kepentingannya. Yang balita, selalu menggunakan air mata dengan tangisan yang begitu histeris, ketika memaksa orangtuanya memberikan gadget untuk hiburan.
Kejadian para balita yang sedemikian melengket dengan gadget itu, antara lain untuk nonton film kartun, lihat gambar dan ada yang dengarkan lagu-lagu anak. Ternyata, apa yang pernah saya saksikan di metropolitan, kota kabupaten, sekarang ini sungguh merebak di kampung dan dusun. Yang panen manfaat adalah para penjual pulsa data, karena lancar dibeli untuk aneka kebutuhan orang dewasa, kaum muda dan balita itu. Anak sekolah pun menodong minta uang kepada orangtua dengan alasan kerja tugas sekolah. Nyatanya ada penyimpangan untuk berbagai hobi dengan pulsa data tersebut.
Dari sejumlah pemantauan dan pengalaman yang terjadi di kampung, terlihat daya tawar orangtua dilematis. Soal takut, jika anak menangis histeris, tak mau makan dan aksi lain, ketika tidak diberikan gadget, sungguh memprihatinkan. Sering bapa dan ibu, suami dan istri bertengkar, karena soal uang untuk pulsa data dari gadget yang digunakan balitanya. Sementara, bagi balita sendiri ada banyak efek negatif, karena memang belum paham soal gadget. Ada balita yang sepanjang hari terus melotot dengan gadget, alas makan minum, dan tertidur pun menggenggam gadget. Sepertinya, gadget lebih menarik dari susu ibunya dan makanan yang disediakan.
Ketika ada orangtua yang memang tidak memiliki gadget, maka ada anak yang bisa seharian di rumah tetangga atau teman bermain, demi menonton di gadget atau main game online. Berbagai informasi mereka rekam di luar kontrol orangtua, termasuk berbagai iklan makanan, konten radikal, seks, perang dan terorisme. Jika orangtua juga sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak cukup waktu mendampingi anak balita, maka sahabat terdekat, bahkan pengganti orangtuanya adalah gadget. Inilah satu fakta dan fenomen zaman now, yang terjadi di hampir semua keluarga yang memiliki balita; baik di kota, desa, kampung dan dusun.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

