Refleksi Nilai Hidup:
Kelas Kambing vs Kelas Kakap

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK

“Aku lapar, kamu beri Aku makan. Aku telanjang, kamu beri Aku pakaian”
(Matius 25: 35-36)

Pemaknaan Definitif:

  1. Apa itu Kelas Kambing dan Kelas Kakap?

Kini kita memasuki sebuah arena ‘bagaimana cara manusia memandang manusia’ (diri).

Secara definitif, ‘kelas kambing’ adalah kelompok kelas ternak tengik, berkandang di belakang dapur rumah. Ia sangat berbau dengan suara khasnya mbeeee yang terkesan sangat kampungan. Makanannya hanyalah rumput liar. Ia biasanya dipelihara oleh kaum yang tidak berharta. Tapi ia bisa menghasilkan susu dan kehangatan. Istimewanya, di kala hari Idul Adha atau Natal, ia bahkan sangat rela untuk dikorbankan.

Sedangkan ‘kelas kakap’ ialah nama sejenis ikan besar dan elite yang hidup di laut yang terdalam. Ia berharga mahal, bergengsi, primadona di restoran bintang lima, dan bahkan akan disajikan di atas talang porselen. Hidupnya di aquarium berkaca indah, dan semua pihak perlu melayaninya.

  1. Godaan Kita Menjadi Kelas Kakap

Sadarkah kita, bahwa kita juga cenderung ingin ‘naik kelas’:

  • Kita ingin agar doa-doa kita segera dijawab, karena kita orang yang berkelas.
  • Kita ingin dihargai, karena kita ini adalah kelompok yang bergelar.
  • Bahkan kita akan merasa terusik dan memberontak, jika tidak dilayani dan diberi tempat yang terdepan.

Tapi … Anda dan saya, janganlah lupa, bahwa Gusti Yesus justru lahir di kandang hewan di Betlehem. Sedari bayi, Ia telah akrab bersahabat dengan kelompok yang berbau: para gembala, kambing, dan domba nan tengik.

  1. Injil Kelas Kambing

Akankah Gusti Yesus berkata di hari yang paling mengerikan, pada hari pengadilan terakhir, “Hai kalian manusia kelas kakap, masuklah ke Surga karena IPK-mu tinggi dan pangkatmu pun tinggi?”

Ataukah Gusti Yesus justru akan berkata, “Aku lapar, kamu memberi Aku makanan. Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian” (Matius 25: 35-36).

Ya, bukankah pelayanan ini biasanya dilakonkan oleh para warga kelas Kambing saja?

Hal ini membuktikan, memang sungguh riil, bahwa warga kelas kakap biasanya akan mencari kehormatan, sedangkan warga kelas Kambing akan memberi kehidupan!

Maka, biarlah Anda dan saya tetap menjadi seekor kambing yang selalu mbeeee . . . serta berbau tengik seperti di kandang Betlehem.

Kediri, 11 Oktober 2026