Efek Pujian

Hidup kita saat ini diramaikan dengan banyak sekali pujian. Di dalam dunia komunikasi, pujian itu sudah seperti makanan dan minuman harian. Ketika dipuji, ada sukacita. Sebaliknya, jika dihujat dan dihina, hidup menjadi susah. Ada banyak bentuk efek pujian, tapi diuraikan tiga:

  • Pertama: Pujian membuat seseorang sangat antusias, bahkan ambisius karena sangat diperlukan demi penonjolan diri. Hal ini terjadi pada orang yang mempunyai tingkat kesombongan di atas rata-rata. Mereka yang haus pujian tidak tenang hidupnya, karena dikontrol oleh pujian. Mereka harus banyak bersandiwara untuk tampil tanpa cela. Orang-orang Farisi dan ahli Taurat berada dalam kategori ini, dan Yesus Kristus bersikap tegas terhadap mereka.
  • Kedua: Pujian memotivasi seseorang untuk meningkatkan diri, usaha, dan hasil karyanya. Murid-murid, orang muda, atau mereka yang sedang berjuang pantas mendapatkan pujian seperti ini. Mereka dapat berkembang, berubah dan menciptakan sesuatu yang baru, jika diberi pujian supaya semangatnya terangkat dan kinerja meningkat. Yesus memperlakukan para Rasul, anak-anak, orang miskin dengan cara ini. Santo Paulus memuji umat di Galatia, bahwa berkat imannya, mereka mendapatkan status anak-anak Allah. Mereka harus berusaha untuk mempertahankan status ini.
  • Ketiga: Dengan pujian seseorang menegaskan diri dalam kebenaran, kebaikan, cinta kasih, pelayanan dan keutamaan hidup, yang semuanya menyatu dengan identitasnya. Kategori ini sudah jelas mutlak ada pada Tuhan dan juga banyak orang yang berjalan dalam jalan dan terang Tuhan. Tuhan tidak berubah menjadi apa dan bagaimana, kalau dipuja-puji, Dia tetap Tuhan yang Maha Kuasa dan kita adalah anak-anak Allah yang dikasihi-Nya, demikian kata Santo Paulus di dalam suratnya kepada jemaat di Galatia.

Yesus Kristus dipuji melalui pujian yang ditujukan kepada Bunda Maria yang telah melahirkan-Nya. Bunda Maria dipuji, karena menjadi bagian dari Yesus. Banyak di antara kita mendapatkan pujian, karena hidup seperti Kristus. Mereka tidak pernah berubah mengikuti keinginan yang memuji, tapi mereka tetap mengikuti jalan Tuhan. Pujian-pujian itu bertujuan menyebarkan kebenaran dan kebaikan supaya dunia ini dipengaruhi untuk menjadi lebih baik lagi.

Kalau menghubungkan antara diri ini dengan pujian-pujian, posisi kita ada pada kategori yang mana?

“Bapa yang baik, rahmatilah kami dengan karunia kesahajaan dan rela berkorban, supaya kami dapat menjadi saksi-saksi kerajaan-Mu di tempat kami berada dan bekerja. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)