Kelana Nalar di Padang Zaman

Mosaik Serpihan Kelana -70
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


Pijar cahaya angkasa menyibak rimba belantara
memungut remah jejak pikiran manusia di antara ranting dan dedaunan kering
lalu membawa ke istana langit untuk diukir
Berkas sinar mentari mewarnai ubun-ubun insani dengan amanah hakiki
agar mengembara menelusuri pasir pantai dan terbang menghitung bintang planet semesta
Kawanan binatang di padang belantara terus berkelahi dengan kelompok makhluk yang selalu memburu dan memangsa
Sejarah menyebut manusia sebagai makhluk pengembara
Makhluk yang berkelana mencari jawaban tanya
“Aku ini apa dan siapa?”

Berselancar di samudra kaca dunia maya
Kulihat banyak ilmuwan berlomba-lomba menyibak misteri manusia
Dari manakah manusia datang ke bumi
Apakah manusia tercipta atau berevolusi
Apakah manusia adalah miniatur jagat semesta hasil evolusi dan inkarnasi
Mungkinkah manusia hanyalah metamorfosa energi di tengah makhluk lain
ataukah hanya gabungan flora dan fauna serta pemadatan dari benda angkasa
Dan
sejarah tradisi peradaban pun dicatat serta dipelajari
agar bisa menyingkap penyebaran manusia di muka bumi ini
Bagaimana perkembangan pikiran manusia untuk bertahan hidup dan reproduksi generasi

Fakta yang ada dan terjadi adalah keanekaragaman pribadi dan adat budaya manusia
di tengah alam lingkungan jagat semesta yang penuh misteri
Kesamaan hakiki adalah ada dan terjadi dalam paradoks perbedaan dan saling keterkaitan
Pengalaman dan sejarah manusia
mencatat ada iri dengki, dendam, permusuhan, perang dan saling membunuh
tetapi saat yang sama manusia saling membutuhkan dan ada kasih sayang perdaudaraan
Nalar manusia berkreasi menciptakan ilmu dan teknologi
agar bisa memenuhi kebutuhan diri dalam relasi dengan sesama dan alam semesta

Pikiran manusia ingin menjawab semua tanya dan menyibak seluruh misteri realitas
Ilmu dan teknologi terus dikembangkan semakin canggih
Adat budaya luhur dan agama yang diwarisi dari tradisi pendahulu
semuanya kembali diurai dan dipertanyakan
Bahkan Sang Ilahi yang diimani pun terus diragukan dan digugat atau ditinggalkan
Manusia sungguh nyata โ€˜makhluk bertanyaโ€™
Dahaga nalar tak pernah merasa terpuaskan
Lapar pikiran sepertinya tidak pernah kenyang
Dalam pengalaman akan fakta realitas, paradoks dan misteri
setiap pribadi kembali ke nalar pikirannya untuk memilih dan memutuskan
Aku ini apa dan siapa
Bagaimana membuat pilihan pribadi dan akan ke manakah aku setelah berkelana di bumi ini