Tuhan Pasti Tersenyum

Pagi ini sambil menikmati kopi, terlihat dan terdengar anak-anak TK Fransiskus berdoa Rosario di sekitar gua Maria di biara BGB. Ada yang tolah toleh, mengganggu teman, ngobrol, ngelamun, dan ada yang memejamkan mata fokus berdoa. Senyum, bangga, dan sedikit berkhayal pasti Tuhan tersenyum melihat semua itu.

Begitu juga perjalanan rohani kita. Kadang kita tolah-toleh menjalani hidup dan membandingkan dengan orang lain. Kadang kita sibuk mengurusi hidup orang lain, sementara hidup kita sendiri tidak dipedulikan.

Kadang kita sibuk ngobrol dan ngegosip, membicarakan orang lain, padahal ada banyak yang perlu kita bereskan. Kadang kita tidak hafal rumusan doa, lalu terhenti dan dilanjutkan yang lain. Hidup juga seperti itu. Ketika kita tidak tahu arah dan kehilangan harapan itu ada tangan yang mengulurkan bantuan. Kadang kita melamun dengan jutaan khayalan, impian, dan harapan, sehingga lupa, bahwa hidup ini adalah kenyataan bukan khayalan.

Ada saat di mana kita begitu fokus mengolah dan menjalani hidup. Lika-liku inilah yang kadang membuat Tuhan tersenyum. Bukan karena kita tidak peduli, bodoh, tidak bersyukur, dan bukan pula karena kita fokus. Melainkan karena kita anak-anak-Nya. Dengan segala keunikan dan gaya kita mencintai Tuhan. Satu hal yang pasti datang dan berlutut di depan Tuhan. Seperti anak-anak TK yang datang berdoa Rosario. Tidak diwajibkan, terpaksa, atau senang. Kita cukup hadir untuk bersujud kepada-Nya.

Deo gratias.

Rm RP Rio, Scj