Doa Penyerahan Diri

Bunda Maria, Ibuku dan Sahabat Sejatiku.
Di keheningan sore ini, aku datang menghampirimu. Membawa seluruh diriku yang apa adanya, tanpa topeng dan tanpa kepura-puraan.
Bunda, aku bersyukur atas waktu dan rahmat kehidupan yang terus berjalan, yang menyadarkanku betapa berharganya arti sebuah kesetiaan.
Engkau tahu, Bunda, betapa seringnya aku larut dalam kesibukan dunia, tenggelam dalam kecemasan harian, dan terseret oleh rutinitas hidup, hingga aku sering kali melupakan kehadiranmu di sisiku.
Sore ini, lewat air mata yang menetes, jiwaku disentuh oleh kebenaran yang indah: bahwa seberapa jauh pun aku berjalan, seberapa sering pun aku lupa,
Engkau, Bundaku, tidak pernah sekalipun melupakan aku.
Aku menyerahkan seluruh hidupku, masa laluku, hari ini, dan masa depanku ke dalam tanganmu.
Bunda, aku tetaplah Jlitheng yang dulu, yang sekarang, dan sampai nanti.
Jlitheng yang kecil, yang rapuh, tapi percaya sepenuhnya pada dekapan kasihmu.
Peganglah tanganku, ya, Bunda, agar aku tidak lagi tersesat.
Teduhkanlah hatiku yang gemetar dalam kecemasan, dan hantarlah aku untuk selalu semakin dekat kepada Yesus, Putramu.
Doakanlah aku, ya, Bunda Suci, sekarang dan sampai akhir hidupku nanti. Amin.
Berkah Dalem,
Jlitheng
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.