Tupai

“Stay calm, and no panic.” -Rio, Scj

Terlihat sepasang tupai saling kejar. Saking paniknya mungkin, seekor tupai yang dikejar itu terjatuh. Meski terjatuh tupai itu memanjat lagi. Ternyata benarlah pepatah itu “sepandai-pandainya tupai melompat, bisa jatuh juga.”

Sebuah pesan sederhana untuk kita. Tenang dan jangan panik. Panik itu akan membuat kita gagal fokus, sehingga banyak yang terlewatkan, tertinggal, dan asal-asalan dikerjakan. Lihat tupai itu saking paniknya dia terjatuh.

Jangan menjadi sombong atas pencapaian, kehebatan, kekayaan, dan keahlian yang dipunyai. Toh tidak ada yang perlu disombongkan. Sederhana saja hidup itu. Tekun, rendah hati, dan bersyukur, pasti semuanya akan dilipatgandakan. Ingat sepandai-pandainya tupai melompat, ee, bisa jatuh juga.

Sadarilah! Setiap hati yang baik pernah menjadi begitu sakit. Setiap jiwa yang tangguh pernah begitu hancur. Setiap orang bijak pernah begitu kecewa. Setiap hal yang indah pasti melalui begitu banyak perjuangan.

Tanpa kita sadari hal-hal buruklah yang menghantarkan kita menjadi lebih baik. Sebelum menjadi benar, kita semua adalah salah. Jadi tidak perlu ‘insecure’ apa pun yang telah dipunya dan telah dilalui. Dunia dan isinya adalah media tempat kita belajar; Yang mengalah akan menjadi menang, yang bijaksana akan menjadi tenang, dan yang baik akan menjadi lebih baik. Jadi bersabarlah, karena bisa saja keadaan buruk yang sedang kita alami saat ini, akan mengantarkan kita ke tempat yang jauh lebih baik.

Deo gratias.

Rm RP Rio, Scj