Memprioritaskan Kesehatan Rohani

Ingatlah, saat kita amat kewalahan mengerjakan tugas dan kewajiban kita, baik di rumah maupun sekolah, kampus, atau di tempat kerja. Rasanya sangat lelah dan menjenuhkan, apalagi jika batas waktu atau target itu yang harus dikejar. Semua rutinitas yang penuh kesibukan ini akhirnya membuat kehidupan rohani kita terasa hampa, dan kering. Cobalah memutuskan untuk meninggalkan semua kesibukan itu sejenak sebelum menjadi ‘burn out’.

Cobalah menghabiskan sore hari yang tenang itu dengan berdoa, membaca Kitab Suci, dan sambil sekadar menyeruput teh atau ngopi di teras taman. Tindakan sederhana untuk memprioritaskan kesehatan rohani di atas daftar tugas atau pekerjaan itu akan membawa kesegaran bagi jiwa dan memberikan kedamaian yang sudah lama tidak kita rasakan. Pada saat itulah kita akan menyadari, betapa benarnya yang Yesus katakan dalam Injil, “Maria telah memilih bagian yang terbaik!” 
Untuk menjaga kesehatan jiwa, orang butuh keseimbangan antara bekerja dan bermain, antara melayani dan dilayani, antara memberi dan menerima, dan seterusnya.

Dengan memuji Maria, sebenarnya Yesus tidak bermaksud mengecam sikap Marta yang lebih sibuk bekerja menyiapkan segala sesuatu untuk diri-Nya. Yesus hanya mau ‘mengontrol’ atau ‘meredam’ Marta yang disebutkan dalam Injil: sangat sibuk melayani. Bukankah dalam hidup ini segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik?

Obat, air, dan api yang bermanfaat pun akan menjadi sangat buruk, jika terlalu berlebihan. Segala sesuatu itu harus sesuai porsi, seimbang, moderat: jangan berkelebihan, tapi juga jangan berkekurangan! Injil menginspirasi kita untuk berupaya menjaga keseimbangan hidup agar kita selalu sehat-walafiat jiwa dan raga.

“Tuhan, sadarkanlah kami senantiasa, bahwa Engkau adalah Firman Allah yang Hidup, supaya kami dapat bersikap sebagai seorang murid sejati yang setia mendengarkan Engkau, daripada sibuk mengerjakan berbagai macam hal lainnya. Amin.”

Ziarah Batin