Kasih yang Nyata dalam Tindakan

Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” (Luk 10:37b).

Dalam Injil Lukas 10:25-37, melalui kisah orang Samaria yang baik hati, Yesus menegaskan, bahwa kasih kepada sesama tidak cukup hanya diungkapkan dengan kata-kata, tapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kasih sejati tidak dibatasi oleh perbedaan suku, status sosial, atau kelompok tertentu, melainkan lahir dari hati yang penuh belas kasih dan kepedulian.

Orang Samaria dalam kisah itu menjadi teladan, karena ia dengan rela menolong, memperhatikan, dan berkorban bagi sesama yang sedang menderita. Sikap ini selaras dengan perintah Yesus dalam Yohanes 13: 34, agar kita saling mengasihi seperti Kristus telah mengasihi kita. Kasih Kristus sendiri mendorong kita untuk semakin peka terhadap kebutuhan orang lain, baik secara fisik maupun batin.

Dalam Matius 25: 40 mengingatkan, bahwa setiap perbuatan baik kepada sesama pada dasarnya juga dilakukan kepada Tuhan sendiri. Iman tidak boleh berhenti pada pengakuan, tapi harus tampak dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kasih menjadi bukti hidup dari iman yang kita percayai.

Fr. James de Deo, CSE

Senin, 05 Oktober 2026
Gal 1: 6-12 Mzm 111: 1-2.7-10 Luk 10: 25-37

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com