Sukacita Sejati dalam Perutusan

“Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di Surga” (Luk 10: 20).
Yesus mengutus para murid untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang sakit. Ketika mereka kembali, para murid bersukacita karena mengalami kuasa nama Yesus: “bahkan setan-setan takluk kepada kami” (ay. 17). Tapi Yesus mengarahkan sukacita mereka kepada hal yang lebih mendasar, yakni hidup dalam keselamatan dan kasih Allah.
Kita dipanggil untuk melanjutkan karya Yesus: menaburkan benih Sabda yang menumbuhkan kehidupan dan menghadirkan kebaikan di tengah dunia. Kita diundang menjadi pembawa harapan dan alat perubahan bagi lingkungan sekitar. Dalam pelayanan, kita tidak bekerja sendirian. Tuhan berkarya bersama kita. Karena itu, kita dapat melayani dengan setia dan penuh pengharapan, yakin bahwa pada waktunya Tuhan akan menumbuhkan buah yang berlimpah. Sukacita, karena ambil bagian dalam karya Allah itulah yang menjadi kekuatan dan arah perutusan Gereja.
Fr. Antonius Maria, CSE
Sabtu, 03 Oktober 2026
Ayb 42: 1-3.5-6.12-16; Mzm 119: 66.71.75.91.125.130 Luk 10:17-24
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.