Aku Hidup, tapi bukan Aku lagi, melainkan Dia yang Hidup di Dalamku

Saya memang tidak sekuat, kata orang. Saya juga tidak sesehat, kata mereka. Tapi saya tidak mengatakan ‘ya’ atau ‘tidak’, karena itulah hidupku untuk saya hidupi dan sebaik yang bisa saya jalani, di dalam Dia.

Ketika kita bersandar pada keyakinan, bahwa Dia yang hidup di dalam kita, keterbatasan fisik atau penilaian orang lain itu tidak lagi menjadi beban yang berat. Kekuatan kita bukan lagi tentang seberapa kuat otot atau tubuh ini, melainkan tentang seberapa besar penyertaan dan rahmat Tuhan yang bekerja melalui kelemahan kita.

Berkah Dalem,
Jlitheng