Mengandalkan Pertolongan Tuhan

Seorang anak dari Tuan besar atau pejabat penting biasanya selalu dikawal oleh ‘bodyguard’ atau ajudan utusan orangtuanya. Hal ini dilakukan, karena anak itu amat disayangi oleh orangtuanya.

Kita juga sangat dicintai oleh Allah Bapa. Ia mengutus Malaikat-malaikat-Nya untuk kita agar selalu terlindungi dari berbagai hal jahat sekaligus dari kecenderungan atau dorongan untuk berbuat jahat. Kehadiran para Malaikat itu mungkin tidak pernah kita sadari, karena mereka memang tak terlihat. Tapi sesungguhnya pekerjaannya amat nyata. Mereka bekerja secara spiritual dalam hidup ini, sehingga kita bisa membedakan mana yang baik dan buruk, hidup dalam kebijaksanaan, menjauhi dosa, selalu mencari Allah, dan sebagainya. Para Malaikat itu makhluk rohani yang kekal, diciptakan Allah dengan akal budi dan kehendak bebas, yang dengan keunggulan kodratnya dapat menolong manusia.

Dalam Injil, Yesus menekankan soal menjadi seperti seorang anak kecil. Salah satu ciri anak kecil ialah selalu mengandalkan pertolongan orangtuanya atau orang dewasa. Kelemahan atau ketidakberdayaan ini justru menjadi keutamaan dalam konteks hidup beriman. Menjadi seperti anak kecil berarti menyadari ketidakberdayaan kita untuk selalu mengandalkan pertolongan Tuhan. Salah satu cara atau sarana yang paling efektif bagi Allah untuk menolong manusia adalah melalui para Malaikat-Nya. Gereja mengajarkan, bahwa “sejak masa anak-anak sampai kita mati nanti, Malaikat-malaikat itu mengelilingi hidup kita dengan perlindungan dan doa-doa permohonan (KGK 336).”

“Tuhan, kami bersyukur atas Malaikat-malaikat-Mu yang Engkau utus untuk melindungi kami setiap waktu. Semoga kami dapat menjadi pelindung bagi sesama, khususnya mereka yang tak berdaya untuk melindungi diri sendiri. Amin.”

Ziarah Batin