Ayat-ayat Musyafir – 29 Mengapa Merayakan Waktu

Oleh Simply da Flores


Red-Joss.com | Salah satu momen hidup yang biasa dirayakan adalah peristiwa kelahiran dan ulang tahun kelahiran. Masih ada banyak perayaan waktu lainnya, misalnya awal dan akhir tahun.

Karena biasa dirayakan, maka sering diabaikan makna mengapa dirayakan waktu itu. Banyak hal sangat penting, namun karena biasa dialami, maka menjadi biasa biasa saja atau kebiasaan rutin saja. Semua kembali kepada diri kita masing-masing. Lalu, saya coba merefleksi dan mencatat dalam sajak:

Nafas Mencatat Waktu

Berlari menyusuri hari-hari
Berkelana dalam bentangan ruang
Mengembara di hamparan waktu
Dengan kata-kata
Dengan tanya dan jawaban
Dengan pesona dan misteri
Siapakah aku ini?
Mengapa terlahir ke dunia?

Terbangkan pesawat di langit sanubari
lintas jagat nalar
Singgahi aneka landasan hati
Berjalan, terbang, berlari
menyusuri hari-hari
terus terjadi dan mencari
Apa dan bagaimana
menemukan makna arti pribadi
meraih jawaban dari misteri

Hidupku nyata kualami
Sudah menghitung wajah awan
terus menjaring cahaya mentari
Berapa bintang kubawa kembali
hiasi taman harapan
juga sebongkah senyum purnama
kuletakkan di atas meja
aku mau bermakna berguna

Bola-bola kerinduan
diperebutkan di lapangan
perjuangan
gol menjadi damba cita
mimpi indah terus menggoda
Namunโ€ฆ
angin tak dapat kuatur
meniup gelombang
hempaskan ombak
pada pasir pantai rindu
Samudera itu ibu misteri
kenyataan tidak sesuai harapan
Ada suka duka bergantian

Hari-hari kuwarnai
kuukir telapak ziarah
kutulis cerita suka duka
Kulihat keindahan merangkul nafas
lahirkan umur bagiku
dalam syukur tak bertepi
ajari mampu berterima kasih

“Terima kasih semuanya
Aku masih bernafas
Udara tidak kubayar
Tanah masih rela kupijakโ€ฆ
Syukurโ€ฆ
Hari ini akuย alamiย HUTโ€ฆ”

…

Foto ilustrasi: Istimewa