Jalan Sederhana Menuju Kesucian

Dalam sebuah kelas Bina Iman Anak, Pengajar itu bertanya kepada salah seorang anak bernama Mawar, “Mawar, apa isi Kitab Sucimu?”
Dengan meyakinkan Mawar menjawab, “Isi Kitab Suci saya adalah pembatas buku Barbie, kuitansi belanja Mami, dan foto keluarga kami…”
Padahal, yang ingin diketahui oleh Gurunya adalah kisah-kisah yang ada dalam Kitab Suci, tapi yang diingatnya selipan-selipan yang ada di dalam Kitab Sucinya.
Pengalaman ini menampilkan kepolosan seorang anak yang berpikir amat sederhana, lurus, dan spontan.
Dalam Injil, Yesus juga menyuruh kita untuk menjadi seperti seorang anak kecil agar kita dapat hidup sederhana, tulus, dan lurus terfokus kepada-Nya, tanpa agenda-agenda lain atau pikiran dan rencana-rencana yang melenceng dari kehendak Tuhan.
Kita merayakan Pesta Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus dan pembukaan Bulan Rosario. Bunda Maria adalah sosok Ibu yang tulus, rendah hati, dan amat sederhana. Santa Theresia juga menempuh jalan sederhana menuju kesucian selama hidupnya yang sangat singkat. Pada usia 24 tahun ia meninggal dunia, karena sakit parah. Tapi ia mewariskan suatu catatan pribadi yang membuatnya dikenang sampai kini. Dalam diary-nya yang berjudul “The Story of a Soul,” ia mengajarkan kepada kita, bahwa kesucian dapat dicapai melalui jalan sederhana, yakni melaksanakan pekerjaan kecil harian kita dengan ketulusan hati.
Semoga kita dapat belajar rendah hati, tulus, dan sederhana, seperti seorang anak kecil yang ditampilkan oleh Yesus dalam Injil. Juga seperti yang diteladankan oleh Bunda Maria dan Santa Theresia agar kita layak memasuki Kerajaan Surga.
“Tuhan Yesus, bantulah kami agar dapat memiliki berbagai keutamaan yang dimiliki oleh seorang anak kecil, yaitu polos, sederhana, jujur, dan tulus hati.
Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, doakanlah kami. Amin.”
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.