Malaikat adalah Pelayan

Para penghuni Surga, selain Allah Tritunggal, yang tidak pernah mengalami hidup sebagai manusia ialah para Malaikat. Mereka adalah makhluk roh yang berada bersama Allah sejak adanya Kerajaan Surga. Tuhan Allah menyatakan kekuasaan-Nya, ketika Ia berhadapan dengan makhluk ciptaan. Untuk melangsungkan kehidupan Kerajaan itu, peran para Malaikat ialah melayani Allah.

Di dalam perayaan liturgi, Ekaristi dan doa-doa devosional, penyebutan para Malaikat selalu dikaitkan dengan tugas umum mereka, yaitu bernyanyi dan bersorak ria memuji Allah yang Maha Tinggi. Mereka seperti bala tentara yang mengelilingi dan siap untuk menjalankan tugas pelayanan di dalam Kerajaan Surga. Tugas khususnya ada dua, yaitu melaksanakan tugas-tugas perlindugan kepada manusia dari bahaya dan penyesatan. Mereka ini disebut para Malaikat Pelindung bagi setiap manusia yang percaya. Malaikat Pelindung tidak mempunyai nama dan ia bukan sebagai santo-santa pelindung kita.

Tugas khusus yang lain ialah membawa dan menjalankan tugas-tugas maha besar dari Allah yang Maha Tinggi. Mereka ini disebut para Malaikat Agung dan yang memiliki nama, yaitu Mikael, Gabriel, dan Rafael. Dengan istilah ‘agung’ melekat pada diri mereka, artinya peran mereka sebagai pelayan sangatlah penting. Pembuktian oleh Kitab Suci sebagai sumber resmi yang kita imani mencatat, bahwa ketiga Malaikat ini disebutkan dan dituliskan namanya dan dijelaskan peran masing-masingnya. Sementara para Malaikat lainnya tidak disebutkan nama dan pekerjaan yang masing-masing lakukan.

Malaikat Mikael disebutkan di dalam Kitab Suci dan dalam kehidupan tradisi suci Gereja sebagai pembela dan serdadu yang berperang melawan musuh Tuhan dan Gereja-Nya. Misalnya di dalam Kitab Daniel (12,1), Mikael digambarkan bangkit untuk melawan musuh dan mempertahankan Gereja dari serangan para Anti-Kristus. Mikael selalu digambarkan berdiri tegap dan gagah sambil memegang pedang.

Malaikat Gabriel digambarkan di dalam Kitab Suci sebagai pelayan dan pembawa kabar sukacita dari Allah kepada manusia. Misalnya, ketika Ia diperlihatkan Daniel tentang kedatangan dan peran yang dilakukan oleh Mesias (8: 16-26; 9: 21-27), dalam Injil Lukas tentang kabar suka cita kelahiran Yohanes Pembaptis (Lukas 1: 11-20), dan kabar suka cita kepada Perawan Maria tentang kelahiran Yesus Kristus. Malaikat Rafael dikenal oleh Gereja sebagai pelayan bagi kesembuhan dari kebutaan, penyakit, dan pelindung perjalanan. Ia menyembuhkan Tobit dari kebutaannya. Di dalam Injil Yohanes, ia menjadi kekuatan kesembuhan bagi orang-orang sakit di kolam Siloam.

“Ya, Tuhan, jadikanlah kami setia mengikuti petunjuk para malaikat-Mu. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)