Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Ada hal yang menggembirakan, melalui media sosial (medsos), saya bisa mendapat informasi tentang aneka budaya lokal di Nusantara, bahkan dunia. Ada gambar, foto, video, teks tulisan peristiwa, dan buku yang pernah di publikasi. Juga aneka kelompok jaringan yang bisa saling tukar informasi tentang adat budaya komunitas lokal.
Dengan sarana digital – medsos, jarak yang jauh dapat dijangkau sedekat jemari telapak tangan, lalu informasi, pengetahuan, dan pengalaman keragaman adat budaya semakin dikenal. Perkenalan itu, menurut saya menjadi kesempatan dialog pribadi, mempertanyakan diri dan identitas adat budaya pribadi, seperti apakah nasib adat budaya sendiri.
Nasib adat budaya lokal, termasuk komunitas adat budaya tempat asal saya, umumnya dengan tradisi lisan. Maka, bahasa lokal menjadi sangat penting untuk bisa mengenal dan memahami makna kekayaan berbagai aspek dari warisan tradisi adat budaya lokal tersebut. Jika sebagai generasi pewaris dari setiap komunitas adat tradisi, semakin tidak menggunakan bahasa lokalnya, tidak mengetahui bahasa sastra dan ritual, maka jauh lebih sulit bagi pihak luar yang tidak menjadi bagian komunitas adat budaya tersebut. Mungkin benda cagar budaya bisa dilihat, namun tidak mudah dikenal dan dipahami pihak luar.
Dari informasi di medsos, soal ketahanan adat budaya lokal, selalu ditegaskan ada banyak persoalan serta faktor penyebab persoalan. Dari dalam komunitas, persoalannya sejauh mana pemilik dan pewaris masih menghargai, karena mendapatkan manfaatnya semua warisan adat budaya itu. Dari luar komunitas, semua tawaran zaman dengan aneka kepentingan, ternyata juga ikut mempengaruhi daya tahan warisan adat budaya lokal. Pengaruh budaya luar komunitas, termasuk kemajuan IPTEK, bisa positif dan negatif bagi komunitas budaya lokal, yang umumnya berlatar belakang tradisi lisan.
Hadirnya media sosial bisa bermanfaat sebagai dukungan bagi setiap komunitas adat budaya lokal untuk menggugat diri, mengenal dan menegaskan identitas budaya pribadi, lalu menentukan sikap atas warisan adat budaya sendiri. Apakah masih dihargai, bermanfaat dan mau dilestarikan? Ataukah dibiarkan perlahan punah, karena memang generasi pewaris tidak membanggakan dan membutuhkannya lagi?
…
Foto ilustrasi: Istimewa

