Menghidupi Sabda Tuhan

Sabda Tuhan itu seperti benih yang ditaburkan pada kehidupan kita. Pesannya jelas, “Siapa mempunyai telinga, hendaklah mendengar.”

Kita sadar, hidup ini membutuhkan makanan rohani. Coba rasakan, ketika kita membaca Kitab Suci, hati ini menjadi damai berlimpah sukacita

“Ayo, membaca Kitab Suci!” Undangan ini adalah untuk semakin mendekat kepada Yesus Kristus, mengenal-Nya, mengasihi-Nya, dan mempercayai-Nya.

Kadang ada yang masih ‘bingung’. Lho? Kan ada Roh Kudus! Dia siap untuk pertama-tama membuka hati kita, menuntun, lalu memberikan hikmat yang membuat kita semakin ‘klepek-klepek’ dengan Tuhan.

Syaratnya adalah, kita mempunyai komitmen, disiplin, setiap hari membaca Kitab Suci, merenungkan, dan menerapkan dalam hidup keseharian secara kongkrit.

Jika kita mempunyai komitmen kuat, maka Tuhan memberikan tanggung jawab kepada kita untuk menjadi pelaku-pelaku sabda-Nya yang handal.

Berkat yang diterima adalah sabda Tuhan menjadi senjata yang ampuh untuk mengalahkan segala hal yang jahat. Kita bertambah hikmat dan bijaksana. Hidup kita sebagai ungkapan pujian syukur, dan untuk menyembah-Nya.

Kekuatan Sabda Tuhan bekerja luar biasa dalam hidup kita agar buah-buah yang dihasilkan semakin baik, benar, dan suci. Kita semakin yakin, bahwa di setiap langkah kita, sabda Tuhan menjadi ‘kompasnya’.

Sabda Tuhan yang hidup dan aktif membuat kita semakin peka akan hadir-Nya yang berbicara dan menyertai kita. Akhirnya, doa kita setiap hari, adalah “Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Rm. Petrus Santoso SCJ