Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Saat pelajaran di Sekolah Dasar dan SMP dulu, saya tahu nama Candi Borobudur. Candi bersejarah, terletak di daerah Magelang, Yogyakarta Pulau Jawa. Lalu, tamat SMA, saya bisa berkunjung pertama kali, kemudian beberapa kali sesudahnya.
Ketika di Candi Borobudur, dari luar berjarak dengan candi, begitu istimewa dan mengagumkan dipandang. Campur baur antara data yang pernah dimiliki dengan fakta yang sedang dialami. Saat memasuki bangunan candi, melangkah menaiki tangganya, kelililing setiap tingkat, makin terkagum-kagum, melihat susunan batu dan teknik bangunannya, apalagi relief yang terukir sedemikian indah.
Salah satu yang amat menarik adalah kisah aneka cerita masa lampau, berbagai bidang kehidupan diceritakan dalam pahatan gambar. Siapakah pelukisnya, siapa perencananya, siapa pekerja yang melakukan pembangunan candi ini, dan lain pertanyaan mengiringi kekaguman.
Saat ini, dengan bantuan aneka media informasi, maka catatan yang ada di lembaran promosi tentang Candi Borobudur bisa semakin mudah diakses. Semakin banyak jawaban bisa didapat, bagi yang ingin belajar dan memahami. Untuk apa dan siapa, mengapa dibuat bangunan istimewa ini, selain banyak candi yang ada di wilayah Jawa? Misalnya kompleks Candi Prambanan.
Aneka relief Candi Borobudur, bagi saya, sudah mencatat dengan pahatan cerita indah, seluruh pengalaman suka duka manusia zaman itu, harapan kerinduan pada suasana ideal yang akan datang, konsep tentang asal dan tujuan hidup, dan sekian banyak jawaban misteri tentang misteri semesta dan Sang Pemilik Semesta.
Berada di zaman digital milenial, mungkin semua reliaf tersebut bisa menjadi seperti penegasan akan “serpihan puing masa lalu”. Namun, makna dan isinya selalu relevan dan abadi. Manusia berjuang meramu suka duka, menjawabi misteri kehidupan di tengah semesta. Jawaban atas pertanyaan hakiki kodrati. Siapakah aku dan kita, dari mana dan mau kemana, bagaimana mengukir makna kehidupan di tengah sesama dan alamย lingkungan.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

