3 Pikiran Sederhana

“Jika bisa sederhana, kenapa dibikin sulit.” -Rio, Scj.

Sambil menikmati minum kopi, terlihat sepasang burung perkutut bertengger di dahan durian yang sedang berbunga. Kicauannya yang merdu itu menenangkan hati. Muncul tiga pikiran sederhana ini:

  • Pertama: Kalau dikabulkan berarti baik, tidak dikabulkan berarti ada yang lebih baik. Percayalah, Tuhan tidak mungkin jahat pada kita. Semua yang Tuhan tunda untuk kita itu adalah rencana-Nya yang lebih baik. Kita tidak mempunyai kapasitas melihat masa depan, tapi Tuhan tahu segalanya. Rencana Tuhan indah pada waktunya.
  • Kedua: Ikhlas dan santai saja. Tidak semua bisa kita kendalikan. Bebaskan diri kita dari hal yang di luar kendali, salah satunya omongan orang. Santai saja dengan cerita orang tentang kita yang mungkin tidak benar, itu hak mereka. Lebih bsik fokus pada hal yang bisa kita kendalikan, yaitu pikiran dan tindakan. Hidup itu kita yang menjalani, Tuhan yang menentukan, dan orang lain yang sibuk mengomentari.
  • Ketiga: “Vita est brevis,” ingat hidup itu sementara. Hidup sekali kok repot. “Live one day at the time.” Jalani hidup dengan kasih dan sukacita. Nikmati hidup dengan syukur dan ikhlas. Maknai hidup dalam terang iman, pengharapan dan kasih pada Tuhan. Yang sementara itu akan diubah menjadi kekal abadi.

Deo gratias.

Rm RP Rio, Scj