Kata Berbisa dan Busuk

Mosaik Serpihan Kelana -56
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


Mulutku berbisa dan busuk
Menulis perasaan galau iri dengki dendam
karena yang diinginkan seleraku tidak diraih
Mencatat pikiranku yang hitam legam karena pekatnya pengetahuan yang kumiliki dan ketidakwarasan yang menggerogoti nalarku
Melukis hati nuraniku yang buta makna harkat martabat
Mengukir sanubari jiwaku yang hampa makna dan iman
Mungkin mulutku menjadi sarang binatang buas serta lidahku seperti comberan penuh racun di lokasi pembuangan aneka sampah
Tetapi…
Aku tak tahu tentang apa ucapan katamu dan aroma mulutmu

Mulutku berbisa dan busuk
Ketika mengucapkan kata caci maki kepada sesama
karena merasa diri paling benar di dunia
Ketika melontarkan sumpah serapah dan mengutuk orang lain berdasarkan selera dan pikiran picikku
Saat mengadili orang lain sambil menunjuk jari atas nama gengsi dan nafsu seleraku
Tetapi…
aku galau saat menonton di sosial media
ada yang mengucap nama Allah saat menghentikan ibadah dan merusak tempat sakral agama lain
Aku pun bingung membaca dan menonton perdebatan tentang agama
Bahkan sambil mengadili dan menebar kata kasar menjijikkan

Mulutku berbisa dan busuk
Saat memberi informasi bohong demi aneka kepentingan pribadi
Ketika berani menyusun kalimat indah dan memberi janji manis
padahal aku tahu bahwa ucapan itu palsu dan hanya bualan belaka
Ketika mengucapkan kata sumpah janji dengan nama Allah dan ayat suci
demi mendapatkan jabatan, gengsi dan harta kekayaan
Tetapi…
aku terus bertanya dan tidak mengerti
ketika para koruptor adalah pribadi yang berpendidikan dan mengucapkan sumpah jabatan di depan publik
bahkan didampingi tokoh agamanya dan telapak di atas Kitab Suci agamanya

Mulutku berbisa dan busuk
Saat mengingkari orangtua dan asal usulku
demi mendapat gengsi sosial ekonomi dan kursi jabatan yang berkuasa
Ketika berbicara di depan publik memberi aneka janji
padahal aku sangat tahu bahwa itu hanya cara untuk menipu demi harta dan jabatan
Saat mengalami kesulitan dan derita
aku gampang menghujat Sang Ilahi
Ketika ada kejadian alam dasyat lalu menuduh Sang Ilahi sebagai penyebab dan penjahatnya
Tetapi…
Aku tak pernah paham bahwa ada tokoh agama berani menipu, mencuri uang dan bertindak bejat demi puaskan nafsu seleranya