Keren dan Dahsyat

“Menuangkan gagasan ke dalam tulisan itu keren. Tapi mewujudkan lewat tindakan nyata itu dahsyat.” -Mas Redjo

Keren dan dahsyat itu klop, ketika gagasan itu tidak hanya ditulis atau divisualkan, tapi diwujudkan dalam teladan hidup.

Sejatinya, tiada anak-anak yang berperangai buruk, kecuali orangtua mereka. Tiada anak buah yang buruk, kecuali pemimpinnya.

Apakah kita sebagai orangtua atau pemimpin selalu memberi teladan kebaikan?

Hidup ini pilihan. Kita mau menjadi apa dan siapa? Ketika kita memilih dan memutuskan untuk berbuat baik itu anugerah Tuhan.

Coba berefleksi, karena tiada kata terlambat. Kita membuka hati untuk bertobat dan memperbarui diri. Terlambat itu milik mereka yang tuli, bisu, dan buta hatinya. Sehingga menolak kembali ke jalan yang benar

Jika semula kita ingin menjadi pusat perhatian, pembicara, atau yang terdepan. Cobalah berganti haluan untuk menjadi yang di belakang. Bandingkan rasanya dan ambillah hikmahnya.

Dengan banyak mendengar, tapi sedikit bicara kita belajar menerima masukan, saran, dan kritik orang lain agar kita menjadi pribadi yang sabar, bijaksana, dan rendah hati.

Dengan mengedepankan semangat rendah hati, kita memaknai hidup ini. Tidak sekadar teori dan berkata-kata nasihat, atau mencari pujian. Tapi kita mewujudkan kata hati itu menjadi tindakan kasih.

Seia-sekata itu keren, dahsyat, dan harmoni.

Mas Redjo