Red-Joss.com | Menimba air di sumur pada tengah hari, jelas bukanlah kebiasaan yg lazim. Wanita Samaria yang diceritakan Yohanes itu menyadari diri, maka berusaha menghindar dari perempuan lain. Namun Yesus sengaja menjumpai dia dan menawarinya air kehidupan.
Sumur adalah tempat untuk mengambil air yang berasal dari sumber tanah. Sebuah titik temu para wanita untuk mencari air.
Seperti halnya sumur, jika tiap hari ditimba airnya, maka airnya akan selalu jernih dan tidak akan pernah kering. Jika sumur tak lagi ditimba, cenderung airnya kotor dan beracun, tak layak diminum.
Demikian pula hidup ini. Hidup yang tidak dibhaktikan justru akan mengiring dan kehilangan maknanya. Kotor dan tak berguna.
Kisah perempuan Samaria yang kita dengar hari ini adalah peringatan bagi kita, bahwa, bila makin sering bersembunyi, menghindar, dan lari dari aneka situasi, orang-orang, bahkan dari Tuhan maka akan menjadi seperti air sumur yang tak pernah ditimba, kotor dan beracun.
Berita baiknya dari kisah perempuan Samaria itu adalah “Yesus rela datang, dan menawarkan Diri untuk menyelamatkan kita agar selamat (Yohanes 1:29).
Sesungguhnya tidak ada perlindungan teraman selain di dalam Dia, asal kita mau diselamatkan oleh-Nya.
Tetap tekun menjadi sumur yang jernih airnya bagi sesama.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

