Satu Keluarga dalam Kristus

“Sabda Allah bukan hanya untuk kita dengarkan, tetapi untuk kita hidupi. Dengarkan, percaya, dan melaksanakannya. Itulah cara kita hidup sebagai keluarga Allah.”

Allah yang Maha Rahim,
Yesus mengungkapkan sesuatu yang begitu indah: mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya adalah Ibu dan saudara-saudari-Nya. Ia membuka pintu menuju sebuah keluarga yang baru, yaitu keluarga Allah. Melalui Baptis, Engkau telah menerima kami menjadi bagian dari keluarga-Mu.

Bunda Maria menunjukkan kepada kami, bagaimana hidup sebagai anggota keluarga Allah. Ketika Sabda-Mu datang melalui Malaikat Gabriel, Maria tidak melawan atau berpegang pada rencananya sendiri. Ia berkata, “Aku ini hamba Tuhan. Terjadilah padaku menurut perkataanmu.” Ia segera bertindak. Ia pergi mengunjungi Elisabet dan setia pada Sabda-Mu, bahkan ketika kehendak-Mu membawa keluarganya melalui ketidakpastian dan kesulitan.

Pemazmur mengajarkan jalan yang sama: “Berilah aku pengertian, supaya aku dapat mengikuti hukum-Mu.” Kami tidak dipanggil hanya untuk mengetahui Sabda-Mu, tapi untuk membiarkan Sabda-Mu membentuk pilihan dan kehidupan kami.

Bapa, kami menyadari, bahwa banyak hal dapat mengambil tempat utama dalam hidup kami: uang, harta, keberhasilan, keluarga, harga diri, kesenangan, bahkan smartphone kami. Semua itu tidak selalu buruk. Ketika sesuatu selain Engkau menjadi pusat hidup kami, maka sesuatu itu mulai menguasai kami.

Yesus, hanya Engkaulah yang layak menjadi pusat hidup kami.

Bapa, berilah kami rahmat untuk mendengarkan, percaya, dan bertindak seperti Maria. Semoga Sabda-Mu masuk melalui telinga kami, berakar dalam hati, dan menyata dalam kehidupan kami.

Terima kasih, Bapa, melalui Yesus, Engkau telah membuka pintu dan mengangkat kami menjadi bagian dari keluarga-Mu.

Terpujilah Yesus, Raja Kerahiman Ilahi. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)