Sang Maha Pengasih

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK

“Tuhan adalah penyayang dan
pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.”
(Mazmur 103: 8)

Kesaksian Nabi Yesaya

“Sekalipun seorang Ibu dapat melupakan bayinya, tapi Tuhan sekali-kali tidak.”

Dia adalah Sang Maha Setia, Sang Maha Pengasih. Bahkan dikatakan, bahwa ‘nama kita pun telah terlukis sangat indah di atas telapak tangan Tuhan.’ Ya, … bukankah Dia telah menciptakan manusia sesuai dengan citra Dirinya?

Tukang Sepatu dan Selembar Kertas

Sda seorang tukang sepatu yang berusia tua dan sibuk menjajakan sepatu. Sesuai dengan profesinya, ia selalu setia melaksanakan pekerjaannya itu.

Dia memiliki sebuah keunikan yang patut dikenang dan bahkan direfleksikan. Apakah keunikannya yang mencengangkan itu?

Di setiap malam menjelang waktu istirahat, dia selalu menuliskan semua kesalahannya di selembar kertas kumal. Inilah rincian litaninya…

  • (1) Tuhan, hari ini saya telah marah besar kepada seorang pelanggan, karena ia selalu menunda untuk melunasi utangnya.
  • (2) Saya juga dengan diam-diam menaikkan ongkos sepatu, tanpa persetujuan dari pihak pelangganku.
  • (3) Ah, Tuhan, saya pun selalu lupa untuk bersyukur kepada-Mu, karena telah menerima uang dari para pelangganku.

Kertas kumal itu lalu dilipatnya dan dimasukkan ke dalam sebuah kotak kecil yang diletakkan di samping patung Bunda Maria.

Di tengah malam, terjadilah hujan badai yang bertiup keras dan memorakporandakan apa saja. Demikian pun kotak kecil itu, yang terlempar, isinya berhamburan ke lantai dan basah kuyup terendam pada air hujan.

Melihat kejadian yang menyesakkan dadanya itu, ia pun meratapinya sambil berkata, “Tuhan, apa jadinya dengan nasibku di akhir zaman nanti, karena semua tulisan tentang dosa-dosaku sudah terhapus?”

Ia bermimpi, bahwa Bunda Maria memandanginya dengan lembut sambil berkata, “Saudara ketahuilah, setiap kali engkau menuliskan daftar kesalahanmu, Tuhan pun sibuk menghapusnya dengan air mata kasih-Nya.”

“Hendaklah kotak kecil itu jangan digunakan untuk menyimpan kertas-kertas daftar salahmu, tapi gunakan ia sebagai tempat untuk menyimpan rahmat Tuhan bagimu.”

Ketika terjaga dari tidurnya, tukang sepatu itu berniat, untuk mengubah seluruh cara pandangnya.

Ia lalu berdoa, “Tuhan, aku tahu, bahwa saat ini, Engkau pun sedang sibuk menghapus semua salah dan dosaku.”

Bapa yang Maha Pengasih

Masih ingatkah kita akan tindakan ‘kasih sayang’ seorang Bapa, yang bahkan rela memestakan Putranya yang telah menghamburkan harta benda di kota?

“Kita patut berpesta, karena bukankah Anakku ini telah hilang dan didapat kembali, telah mati dan hidup kembali?”

Maka, seutas jubah putih pun dikenakan ke tubuhnya, sebagai simbol manusia baru, dan tentu, tidak sekadar berganti kulit.

Sepasang sepatu pun dipakaikan ke kakinya, dan sebentuk cincin, sebagai simbol kasih sayang nan abadi pun disematkan di jari manisnya.

Tidak lupa, seekor anak domba tambun pun disembelih demi memestakan Anak hilang yang kini telah kembali.

Itulah sifat mulia Tuhan. Dia bahkan tidak sudi untuk mencampakkan siapa pun ke lembah kekelaman, justru karena kasih-Nya.

Berbahagilah para hamba yang telah rela diampuni Tuhan karena kasih setia-Nya.

Kesasian Dahsyat Rasul Yohanes

“Deus Caritas est”

“Allah adalah Kasih,” demikian kesaksian dari Rasul Yohanes, murid Yesus.

Bagaimana, apakah Anda masih terus ragu-ragu atas kesetiaan Tuhan?

Kediri, 22 September 2026