Menjadi Saluran Kerahiman Tuhan

“Kerahiman Tuhan bukan untuk dihitung, melainkan untuk disyukuri dan dibagikan.”

Bapa Yang Maharahim,
Dalam Injil, para pekerja yang bekerja sejak pagi mengeluh, karena mereka yang bekerja hanya satu jam menerima upah yang sama. Mereka tidak dicurangi. Mereka menerima persis seperti yang telah dijanjikan. Yang membuat mereka kecewa adalah melihat kemurahan hati-Mu diberikan juga kepada orang lain.

Betapa mudahnya aku melakukan hal yang sama, Bapa. Aku bersyukur menerima kerahiman-Mu, tapi sulit bersukacita, ketika Engkau berbelas kasih kepada seseorang yang menurutku tidak layak.

Sabda-Mu mengingatkan: “Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku.” Kerahiman-Mu tidak dapat diukur dengan perhitunganku. Engkau murah hati dan berbelas kasih kepada semua orang, dan Engkau tidak pernah berhenti mencari mereka yang masih berdiri di luar kebun anggur-Mu.

St. Paulus mengajarkan, bahwa hidup bukan tentang bertanya, “Apa yang akan kudapat?” melainkan berkata, “Bagiku hidup adalah Kristus.” Sungguh merupakan anugerah terbesar, ketika Engkau mengundangku bekerja di kebun anggur-Mu dan membawa sesama semakin dekat kepada-Mu.

Bapa, murnikan hatiku dari iri hati, suka membanding-bandingkan, dan mudah menghakimi. Ajarlah aku bersukacita, ketika kerahiman-Mu menjangkau orang lain. sesungguhnya aku hidup hanya karena Engkau terlebih dahulu datang mencariku.

Semoga aku tidak hanya menerima kerahiman-Mu, tapi juga menjadi saluran kerahiman-Mu bagi sesamaku.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)