Berubah itu Susah, tapi Tidak Mau Berubah itu Fatal

“Perkembangan seseorang hanya bisa terjadi, ketika ia mau bertobat dan berubah. Tuhan bukan hanya memanggil kita untuk berobat dan berubah, melainkan sesungguhnya Ia percaya kita mau melakukannya.”
Sering kita mendengar seorang melabel orang lain dengan kata-kata seperti ini; “Orang itu susah berubah” atau “memang dari sononya dia sudah seperti itu.”
Penglabelan di atas hanya bisa terjadi, karena orang tertentu tidak mau berubah dan bertobat. Hal ini senada dengan yang Yesus katakan dalam Injil, “Kalau kamu tidak bertobat, maka bahkan para pemungut cukai dan pelacur itu akan mendahuluimu masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Kata-kata Yesus mengajak kita untuk meyakini akan hal-hal berikut:
- Kita dipanggil untuk bertobat dan berubah demi keselamatan, juga memberi teladan kepada orang lain. Dalam konteks ini, Tuhan bukan hanya menginginkan perubahan dan pertobatan dari kita, melainkan sesungguhnya ia percaya kepada kita;
- Berubah dan bertobat itu susah, tapi tidak mau berubah dan bertobat itu bukan hanya fatal bagi diri ini, melainkan juga bagi orang-orang di sekitarnya;
- Surga dianugerakan kepada kita, tapi kita diminta untuk berjuang mendapatkannya lewat jalan pertobatan.
Sadarlah, bahwa Tuhan membenci dosa-dosa kita, tapi sesungguhnya Ia mencintai kita dengan hanya satu harapan agar mau bertobat dan kembali kepada-Nya.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.