Cinta Jagat dan Kasih Semesta
Mosaik Serpihan Kelana -49
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Aku coba bertanya
Pada sepoi angin senja
dan debur ombak gelombang samudra
apakah ini sapaan mesra jagat
Pada burung yang bernyanyi dan mengisap madu aneka bunga
atau lambaian dedaunan hijau di rimba raya
dan gemicik pinus di punggung bukit
Inikah ekspresi romantis alam lingkungan
Pada siang dan malam yang tak bosan terus mesra berpelukan membentuk hari
tanpa peduli disaksikan mata manusia dan margasatwa
Pada pelangi yang manja merangkul langit, udara, rintik, angin dan wajah bumi
Aku coba mengejar asa
mau mendengar bahasa alam jagat raya
Pada gunung bukit dan lembah ngarai
juga hutan rimba dan padang sabana
Inikah kasih sayang alam kepada hutang dan margasatwa
Pada sungai, danau dan laut samudra
di sana ada aneka tumbuhan dan makhluk hidupnya
Apakah ini ikatan cinta semesta yang mengalunkan simfoni harmoni tak bertepi
Pada hamparan planet, bintang dan galaksi di angkasa raya
yang sebagian kecil disaksikan mata manusia tetapi jutaan tak mampu diraih memandang
adalah itu pernak-pernik asmara jagat semesta?
Aku coba mengingat masa kecil bermain tanah
Tanpa ragu dibalut debu dan mengunyah tanah serta bebatuan
Jatuh bangun berlatih melangkah
bahkan sering bermain dengan kotoran sendiri
Mungkin karena kamus pengalaman belum cukup ditulis tradisi
deretan kata bahasa asing hutang perbendaharaan
Adakah itu kasih sayang alam lingkungan pada satu tamu kerikil di tengah jutaan isi semesta
Dan…
sejak tinggalkan rahim terlempar di tengah alam lingkungan
udara tak bosan memberi makan alat pernafasan
bahkan saat sedang tertidur pulas tak sadar
Inikah bahasa cinta alam semesta pada manusia?
Ada banyak pribadi manusia yang istimewa
Mereka bisa berkomunikasi dengan tumbuhan, binatang, angin, api dan udara
Mereka juga mengerti sabda alam dan nyanyian semesta
Ada juga yang bersahabat dengan makhluk gaib, arwah dan segenap penghuni alam misteri
Bahkan…
ada yang terpilih berbicara dengan Sang Ilahi Pemilik alam jagat semesta
Entah apa bahasa yang digunakan
Entah mengapa mereka mampu berkomunikasi dan bisa ada relasi istimewa
Benarkah yang kita sebut bencana alam
sejatinya adalah cinta jagat dan kasih semesta?
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.