Bertumbuh dalam Kehidupan Baru

“Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu” (1 Kor 15: 36b).
Kehidupan lama sering kali membuat hati kita lelah. Kita mudah terikat pada hal-hal duniawi yang sementara, padahal Tuhan memanggil kita untuk hidup dalam pembaruan.
Santo Paulus mengingatkan, bahwa seperti benih yang harus ditaburkan terlebih dahulu sebelum bertumbuh, demikian pula hidup manusia perlu mengalami perubahan agar memperoleh kehidupan baru di dalam Tuhan.
Manusia lama dengan segala kelemahan, dosa, dan keinginannya yang duniawi itu harus ditinggalkan agar kita dapat bertumbuh menjadi manusia baru. Paulus mengatakan, bahwa yang ditaburkan dalam kebinasaan akan dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Artinya, Tuhan sanggup mengubah hidup kita yang rapuh ini menjadi hidup yang penuh harapan dan kekuatan di dalam-Nya.
Perubahan itu memang tidak selalu mudah. Mengikuti Tuhan bukan berarti hidup tanpa kesulitan. Melainkan bersama Tuhan, kita memiliki pengharapan, bahwa setiap proses yang kita jalani tidak akan sia-sia. Tuhan sedang membentuk dan memperbarui hidup kita sedikit demi sedikit agar semakin serupa dengan kehendak-Nya.
Marilah kita berani meninggalkan manusia lama dan membuka hati bagi karya Tuhan. Hanya di dalam Dia kita dapat bertumbuh, berbuah, dan mengalami hidup yang sungguh baru.
Fr. Fabian Maria, CSE
Sabtu, 19 Septembet 2026
1 Kor 15: 35-37.42-49 Mzm 56: 10-14 Luk 8: 4-15
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.