Jadikanlah Diri ini sebagai Kabar Baik

“Kita dipanggil dan dipilih Allah bukan hanya untuk mewartakan Kabar Gembira/Baik, melainkan lebih dari itu agar kita berjuang untuk menjadi Kabar Baik itu. Karena sesungguhnya kita telah menerima Dia yang adalah Sumber Kegembiraan dan Kebaikan itu, yakni Tuhan sendiri.”

Dalam Injil dikisahkan Yesus yang berkeliling dari kota ke kota sambil mewartakan Kabar Baik Allah, yakni Diri-Nya sendiri sambil ditemani kedua belas murid dan para wanita yang telah disembuhkan Yesus dari penyakit dan roh jahat.

Kisah Injil ini memberikan kepada kita beberapa nilai penting, yakni:

    1. Allah adalah Sumber dan Pokok Sukacita dan Kegembiraan itu. Ketika menerima dan mengimani Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka saat itulah kita telah diliputi sukacita surgawi;
    1. Kita dipanggil dan diutus untuk bukan hanya menjadi pewarta Kabar Gembira, melainkan harus menjadikan diri kita sebagai Kabar Gembira itu bagi sesama di mana pun berada dan ke mana pun kita pergi;
    1. Jika kita tidak bisa mewartakan Kabar Gembira dengan mulut, yakni dengan kata-kata, maka jadilah penolong dan pendukung pewartaaan seperti wanita-wanita dalam Injil yang membantu karya pelayanan Yesus dengan harta mereka.

Berkeliling sambil berbuat baik itu lebih indah daripada berkeliling menikmati kebaikan dan pujian dari manusia.

Monsignor Inno Ngutra, Pr