Pertobatan dan Pengampunan

Kenyataan hidup setiap umat beriman itu tidak jauh dari bayang-bayang kedosaan. Sering kali, ketika kita jatuh dalam dosa, pikiran ini diliputi rasa bersalah dan ketidakpantasan yang membuat kita malu dan merasa tidak layak untuk datang kepada Tuhan. Pikiran ini membuat kita terkungkung dalam dosa dan enggan mengakui kesalahan atau dosa, bahkan semakin menjauhkan diri ini dari Tuhan.

Dosa itu bukan sesuatu yang perlu ditutupi bagi Allah, apalagi kita menjadikan alasan untuk semakin jauh dari-Nya. Dosa itu seharusnya membuat kita sadar, bahwa cinta Allah kepada kita itu besar (Mzm. 118:1–2). Santo Paulus menjadi saksi cinta Allah yang besar kepada jemaat di Korintus. Ia mengakui dirinya sebagai orang berdosa yang sadar akan kasih Allah.

Kisah perempuan yang mengurapi kaki Yesus mengajarkan kepada kita, bahwa pertobatan sejati itu adalah tindakan penyesalan dan perubahan hidup. Ia menyadari, bahwa Tuhan memiliki kasih yang besar sehingga ia datang dalam kedosaannya dan memohon pengampunan Tuhan. Kasih Allah tampak dalam tindakan Yesus yang mengampuni perempuan itu, bukan menghakiminya.

Semoga dalam kedosaan, kita semakin sadar untuk mendekatkan diri pada Allah dan berjuang untuk mengamalkan hidup baru yang lebih baik.

“Ya, Allah, dalam kasih-Mu yang besar, semoga kami selalu sadar untuk mendekatkan diri kepada-Mu. Amin.”

Ziarah Batin