Jangan Keenakan Masa Bodoh

Istilah masa bodoh itu menunjukkan sikap tidak peduli, acuh tak acuh, cuek, dan tidak ada perhatian itu menggambarkan sesuatu yang kesannya biasa. Kepada sesama atau saudara, sikap ini tentu saja membuat mereka marah atau tersinggung. Tuhan juga kecewa, jika umat-Nya bersikap masa bodoh terhadap-Nya.
Yesus sebagai utusan Bapa untuk menyelamatkan umat manusia, menghadapi sikap masa bodoh orang-orang di sekitar-Nya. Ia memandang mereka sebagai angkatan yang cuek atau yang membodohi dirinya sendiri. Tuhan yang telah lama dijanjikan datang dan hadir, tapi mereka buta hati dan mata, sehingga tidak dapat mendengar-Nya dan menolak Dia. Ia memandang mereka seperti anak-anak yang bersukacita memainkan musik, tapi orang tidak ikut bergembira, bernyanyi, dan berjoget. Anak-anak yang larut dalam kesedihan, tapi orang-orang di situ tidak mau ikut berduka.
Sikap masa bodoh itu merupakan sebuah sikap tanpa jawaban dan tanpa simpati. Ketika Anda tidak ditanggapi, Anda seperti menghadapi batu atau tembok. Hal ini lebih menyakitkan daripada mendapatkan jawaban atau tanggapan negatif. Jawaban seperti ‘tidak’ atau ‘maaf belum sempat’ itu cukup bagi kita untuk mengerti sebagai suatu jawaban negatif yang pasti. Jika tidak ada kepastian, karena orang cuek atau bersikap masa bodoh itu justru sebagai sikap yang tidak jelas dan sangat berlawanan dengan iman.
Padahal iman itu membutuhkan jawaban. Yesus tidak menemukan pada orang-orang yang melihat dan mendengarkan Dia. Ia sangat kecewa dan mengecam mereka. Sikap yang sama juga terdapat di dalam Gereja dan dalam relasi di antara orang beriman. Sikap cuek, acuh tak acuh, atau masa bodoh sering dilakukan terhadap nasihat, anjuran, masukan atau saran untuk perbaikan. Akibatnya ialah orang akan mengulangi lagi kebiasaan dan kesalahan yang sama. Jika orang mengacuhkan dan tidak peduli dengan Sabda Tuhan dan perintah-perintah Allah, mereka akan jauh dari berkat dan kemurahan Tuhan.
Sikap ini sungguh melawan cinta kasih. Ketika Tuhan mengatakan, bahwa Ia hadir di dalam orang kecil, miskin dan sakit, maka cinta kasih menuntut supaya mereka diberikan perhatian. Jika para pengikut-Nya masa bodoh dan tidak peduli, sikap ini tentu sangat menyakitkan Tuhan dan juga menghina sesamanya. Kita diingatkan untuk tidak masa bodoh.
“Ya, Tuhan Yesus, buatlah kami para pengikut-Mu bersikap peduli untuk mengambil bagian dalam memperbaiki dan mengembangkan kehidupan ini sebagai satu umat kesayangan-Mu. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.