Menjadi Saksi Kasih-Nya

“Tuhan tidak hanya mengundang kita untuk menerima kasih-Nya. Ia mengundang kita untuk menjadi kasih-Nya bagi sesama.”
Allah yang Maha Rahim,
Yesus mengingatkan, bahwa kami sering seperti anak-anak di pasar: inginnya Engkau mengikuti iramaku, bukan belajar mengikuti irama-Mu.
Yohanes datang menyerukan pertobatan, aku bisa menolaknya. Yesus datang membawa belas kasih, aku pun bisa menolaknya. Terkadang bukan karena Engkau tidak berbicara, melainkan karena aku hanya mau mendengar yang sesuai dengan keinginanku.
St. Paulus menunjukkan jalan yang lebih indah: kasih. Kasih itu sabar, murah hati, dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Kasih bersukacita karena kebenaran, menanggung segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan tidak berkesudahan.
Bapa, ampunilah aku, ketika lebih sibuk menuntut orang lain mengasihiku sesuai harapanku, daripada bertanya: “Bagaimana aku dapat mengasihi mereka sesuai dengan hati-Mu?”
Melalui teladan St. Kornelius dan St. Siprianus, yang tetap setia di tengah perpecahan, penganiayaan, pengasingan, hingga kemartiran, ajarlah kami, bahwa kasih itu bukan sekadar perasaan, melainkan pilihan. Terutama, ketika pilihan itu menuntut pengorbanan.
Tuhan Yesus, ajarlah aku mengikuti irama-Mu. Ketika Engkau memanggilku untuk bertobat, berilah aku kerendahan hati; untuk mengampuni, berilah aku belas kasih; dan untuk mengasihi, berilah aku keberanian.
Semoga hidupku menjadi kesaksian kecil, bahwa hikmat Allah dinyatakan melalui anak-anak-Nya. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.